Aktivis GEBRAK Desak DPRD Minut Turun Langsung Awasi DAK Pendidikan 2019 Yang Terindikasi Bermasalah - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Aktivis GEBRAK Desak DPRD Minut Turun Langsung Awasi DAK Pendidikan 2019 Yang Terindikasi Bermasalah


Ketua GEBRAK Minut William Luntungan

Sulut24.com - Minahasa Utara, Ketua Gerakan Bela Rakyat (GEBRAK) Minut William Luntungan dengan nada tegas memintah pihak DPRD Minut, untuk turun langsung melakukan pengawasan dan pemeriksaan pengerjaan proyek di setiap sekolah yang terindikasi bermasalah.

"Salah satu tugas DPRD Minut adalah melaksanakan pengawasan dari setiap dana Pemerintah, untuk itu sewajarnya DPRD Minut, harus turun langsung, melakukan pengawasan DAK tersebut," tegas Luntungan, Selasa (14/1/2020) saat ditemui media ini di kantor Diknas Minut.

Menurut Luntungan tidak benar dana sudah selesai dicairkan 100 persen, terus pengerjaannya belum rampung semuanya dan pengerjaannya masih dilanjutkan tahun 2020 ini.

"Ini sudah terindikasi penyalagunaan anggaran, untuk itu pihaknya memintah aparat hukum, untuk segera mengusut tuntas proyek Dana Alokasi Khusus (DAK), yang di duga bermasalah," ujar Luntungan.

Sementara itu, selain mendesak DPRD Minut, GEBRAK juga memintah Aparat Penegak hukum, untuk segera turun langsung dilapangan, karena sangat  jelas proyek tahun 2019 ini, sudah lewat masa waktu yang ditentukan.

"Papan proyek sangat jelas, untuk pengerjaan proyek ini, masa kalender kerjanya 150 hari, mulai dari tanggal 10 Juni 2019, sampai tanggal 6 November 2019," ungkap Luntungan.

Dibagian lain Kepala Dinas Pendidikan Nasional  Kabupaten Minahasa Utara, Olvie Kalengkongan ketika di hubungi Media Sulut24.com mengelak keras soal dugaan penyimpangan DAK Pendidikan Minut.

Kadis Diknas Minut Olvie Kalengkongan

"Saya baru dilantik dan belum tau letak persoalan  penyalagunaan proyek DAK Pendidikan Minut," ujar Kalengkongan kepada media ini saat dikonfirmasi pada Selasa (14/1/2020).

Kalengkongan berjanji, akan mengseriusi persoalan dugaan pengerjaan proyek DAK Pendidikan Minut Tahun 2019.
(Joyke)