Bila Pilgub Nasdem Koalisi Golkar, Pilkada Minut DEWO Kans Kuat Dampingi SGR - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Bila Pilgub Nasdem Koalisi Golkar, Pilkada Minut DEWO Kans Kuat Dampingi SGR


 Sekertaris DPW Nasdem Sulut Viktor Mailangkay

Sulut24.com - Minahasa Utara, Meskipun Partai Nasdem dapat mengusung jargonnya sendiri, tanpa koalisi dalam Pertarungan Pemilihan Gubernur September mendatang, namun bagi Partai Nasdem melawan sang Petahana seperti Olly Dondokambey, perlu ada tambahan dukungan suara dari mesin partai lainnya.

"Partai Nasdem saat ini, terus membangun komunikasi Politik dengan Partai yang lainnya,  untuk berkoalisi  salah satunya adalah Partai Golkar," ungkap Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulut Viktor Mailangkay

Menurut Mailangkay tambahan kekuatan mesin partai, untuk Pilgub nanti, sangat perlu dilakukan, apalagi pertarungan ini melawan sang petahana.

"Amunisi mesin partai perlu ditambah dan partai Nasdem membuka diri bagi semua partai, yang ingin berkoalisi dengan Partai Nasdem," tegas Mailangkay.

Sementara itu salah satu pengamat politik Taufik Tumbelaka mengatakan
ada ketakutan besar, bilamana Partai Nasdem berkoalisi dengan Partai Golkar dalam pertarungan Pilgub bulan September nanti.

"Bilamana Dua Partai besar ini berkoalisi, hal ini menjadi tanda "awas" bagi Kader PDI Perjuangan yang hanya mengusung jargonnya sendiri," Tegas Tumbelaka.

Tumbalaka mengatakan bila melihat perolehan jumlah kursi di DPRD Sulut hasil Pileg 2019 yang lalu, dimana PDI Perjuangan memperoleh 18 kursi, Partai Nasdem  9 Kursi dan Partai Golkar 7 Kursi.

"Kalaupun benar Partai Nasdem berkoalisi dengan Partai Golkar, maka total jumlah kursi ,kedua Partai Koalisi ini mencapai 16 kursi dan sudah mendekati perolehan kursi PDI Perjuangan di DPRD Sulut , yang jumlahnya mencapai 18 kursi," ungkap Tumbelaka.

Menurut Tumbelaka ini bukan hanya sekedar perhitungan jumlah kursi di DPRD Sulut, tetapi hal ini juga menyangkut  kekuatan amunusi dukungan suara mesin partai.

"Struktur Kepengurusan kedua Partai Besar ini  (red Nasdem dan Golkar ) sangat jelas hingga di tingkat Desa maupun Kelurahan serta memiliki kader dan simpatisannya hingga di kalangan grassroot," ujar Tumbelaka

Tumbelaka mengatakan bukan hanya berkoalisi dengan Partai Golkar, partai Nasdem juga dapat membangun koalisi dengan Partai Demokrat, PAN dan partai lainnya.

Senada juga dikatakan Salah satu Akademisi UNIMA John Krowin. Menurutnya pertarungan ini, bukan hanya pertarungan Pemilihan Gubernur, tetapi dimasing - masing Pimpinan Papol, saat ini mulai menyusun strategi dan kekuatannya, untuk memenangkan pertarungan Pilkada sampai diwilayah Kabupaten / Kota.

"Target Partai Politik bukan hanya memenangkan pertarungan Pemilihan Gubernur, tetapi semua Partai Politik memilki kerinduan yang sama , untuk menang hingga di Pilkada Kabupaten/ Kota," ujar Krowin.

Dibagian lain Johny Krowin ketika ditanya soal Pilkada Minut yang sejak awal menghembuskan  pasangan SGR - Sarhan Antili.

Menurutnya Politik itu dinamis artinnya dalam hitungan detik, menit dan jam terus berubah, tetapi kalau memang benar dalam Pilgub nanti Nasdem Berkoalisi dengan Partai Golkar, maka sudah pasti  peluang Sarhan Antili dari PKB, untuk mendampingi SGR sangat kecil dan Figur Denny Wowiling atau siapa saja dari Partai Golkar, untuk mendampingi SGR sangat terbuka lebar.

"Untuk Pilkada Minut Partai Nasdem tidak bisa mengusung jargonya sendiri dan sudah pasti harus berkoalisi dengan partai lainnya, untuk itu kekuatan koalisi yang dibangun dalam Pilgub  nanti, tentu asumsinya juga berlaku pada koalisi hingga di Kabupaten / Kota," tegas Krowin

Krowin mengatakan itu semua tergantung Kepiawaian masing
bakal calon, untuk mendapatkan tiket partai dan pasangannya.

"Untuk Internal Partai Golkar ada Ketua DPD II Golkar Minut  Denny Wowiling (DEWO), begitu juga partai Demokrat ada Ketua DPC Demokrat Minut Stendy Stentje Rondonuwu (SRR), PKPI ada Denny Sompie, PKB ada Sarhan Antili dan dari Partai Nasdem ada SGR.

Krowin mengatakan untuk PDI Perjuangan sendiri, untuk Pilkada Minut saat ini masih unggul, bahkan PDI Perjuangan sendiri,  saat ini telah menyimpan sejumlah figur kandidat dari kalangan politisi, pengusaha dan birokrat.

"Pimpinan Partai Politik memiliki hitungannya sendiri, untuk memenangkan pertarungan Pilkada Minut, apalagi di Minut sendiri,  tidak ada namannya melawan sang Petahana," ujar Krowin.
(Joyke)


Advertisement





 

Advertisement