Dari Kawasan Wisata, Masa E2L-MAP Ricuh Di Kantor Bupati - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Dari Kawasan Wisata, Masa E2L-MAP Ricuh Di Kantor Bupati



Sulut24.com - Talaud, Para Pendukung Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Kepulauan Talaud menggelar aksi demo dan berujung ricuh di halaman Kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, pada Kamis (9/1/2020).

Mengawali aksi dari titik kumpul di kawasan pantai wisata Melonguane, para pengunjuk rasa yang dipimpin oleh Swelem Adam, Yohanis Manaputi dan Renalto Tumarah tersebut kemudian berjalan kaki menuju kantor Bupati.

Sesampainya di depan gerbang kantor Bupati, pergerakan masa kemudian terhenti di depan sebuah portal besi dengan penjagaan para Polisi yang menutup akses menuju halaman kantor Bupati.


Masa kemudian hanya diperbolehkan menyampaikan aspirasinya dilokasi tersebut. Dan tidak diperkenankan masuk ke halaman kantor Bupati untuk menjaga kondusifitas aksi tersebut.

Dilokasi tersebut juga pihak Kepolisian memberikan pengarahan agar aksi tersebut dilakukan secara damai dan tertib.

Pengarahan dari pihak Kepolisian tersebut dibalas dengan teriakan yang menyebutkan mereka datang untuk menduduki kantor bupati. "Sebab merekalah (E2L-MAP) Bupati dan Wakil Bupati Talaud saat ini," teriak masa aksi.

Selain itu juga, masa menyampaikan ketidak percayaan pada kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw serta Plt. Bupati Kepulauan Talaud Ir. Adolf Binilang.

Tak puas, masa yang diperkirakan berjumlah 200 orang tersebut kemudian memaksa masuk ke halaman kantor Bupati untuk melanjutkan aksinya, selain memaksa masuk, beberapa peserta aksi juga melakukan pelemparan batu ke arah gedung sekertariat daerah dan ke arah petugas Kepolisian.

Setelah berhasil masuk ke halaman kantor Bupati, masa yang juga ingin masuk ke dalam kantor Bupati kemudian dihadang oleh barikade petugas Kepolisian yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S. Irawan.


"Saat ini kami tidak percaya lagi dengan gubernur sulut Olly Dondokambey, Kami sampaikan kepada bapak kapolres akan segera menunduki tempat ini dengan cara kami sendiri," kata Swelem Adam di depan kantor Bupati.


"Kami ini adalah warga indonesia berikan hak kami untuk menuntut bupati segera di lantik. Kami sudah 4 kali dengan hari melakukan aksi yang sama, tapi tidak ada kepastian hukum yang diberikan pada kami," lanjut Yohanis Manaputi.

Masa yang tidak diperkenankan masuk, mengancam akan tetap bertahan di halaman kantor Bupati jika tuntutan mereka yaitu pelantikan E2L-MAP tidak dipenuhi.

"Kami meminta aparat kepolisian untuk tidak menghalagi kegiatan kami ini, kami sampaikan kapada massa unras, bahwa tidak ada yang meninggalkan tempat ini sampai dengan bupati terpilih E2L - MAP di lantik oleh pemerintah," teriak Manuputi di halaman kantor Bupati.

Aksi yang awalnya berjalan lancar kemudian mulai memanas, karena beberapa pendemo mulai melakukan pelemparan batu ke arah kantor Bupati dan petugas Kepolisian.


Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, Polisi kemudian bergerak untuk memukul mundur para pendemo, saling dorong antara petugas Kepolisian dan pendemo yang berujung kericuhan pun tidak bisa terhindarkan.

Situasi semakin panas, petugas Kepolisian pun berusaha memukul mundur para pendemo untuk keluar dari halaman kantor Bupati.

Helem Hantam Kepala Blakang Kapolsek Matahari


Ditengah kericuhan antara Polisi dan para pendemo, Kapolsek Melonguane Ipda Dedy Matahari yang berusaha mengendalikan situasi malah mendapat serangan dari salah seorang pendemo yang memukul kepala bahian blakangnya dengan menggunakan helem.

Rekaman penyerangan terhadap Kapolsek tersebut tersebut pun beredar luas di media sosial Facebook dan aplikasi pesan instan (WhatsApp), serta mendapat tanggapan yang beragam dari pengguna media sosial dan mayoritas memberikan dukungan kepada Kapolsek Ipda Dedy Matahari.

Tak lama berselang, pelaku penyerangan yang berinisial YR pun diamankan oleh pihak Kepolisian.

Dalam keterangan resminya, Kapolsek mengatakan bahwa dirinya telah memaafkan pelaku penyerangan tersebut.

“Saya sudah maafkan pelaku, tapi proses hukum tetap jalan,” ujar kapolsek.

Pengrusakan Kantor Bappeda



Berhasil dipukul Mundur dari halaman kantor Bupati, beberapa orang kemudian memisahkan diri dari rombongan pendemo dan kemudian menuju ke kantor Bappeda.

Setibanya di kantor Bappeda, orang-orang tersebut langsung melalukan pengrusakan dengan melempar kaca dan merusak beberapa meja yang ada di kantor tersebut.

Aksi pengrusakan tersebut tidak berlangsung lama karena pihak Kepolisian dengan cepat mengamankan para pelaku.


Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S. Irawan mengatakan pihaknya akan mendalami apa yang menjadi penyebab kericuhan tersebut.

"Saat ini kepolisian masih mendalami peristiwa unjuk rasa yang berubah anarkis dan melakukan pengrusakan itu," jelas Kapolres.


Usai aksi demo yang berujung ricuh tersebut, terpantau hari ini Jumat (10/1/2019)  situasi di Kabupaten Kepulauan Talaud dalam keadaan yang kondusif.
(Koldius Maratade)


Advertisement





 

Advertisement