Judi Togel Marak di Wilayah Minut - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Judi Togel Marak di Wilayah Minut

Alat-alat untuk melakukan perjudian togel (Foto: Ist)


Sulut24.com - Minahasa Utara, Meski dunia sedang dihantui pandemi global virus corona, tampaknya praktik judi Toto Gelap (Togel) tetap marak di tengah masyarakat. Para bandar judi yang satu ini tetap menggelar praktik perjudian secara online dan offline.

Di Kabupaten Minahasa Utara sendiri, lapak-lapak offline perjudian togel pun sangat mudah ditemukan. Para pelanggan yang ingin membeli kupon dengan mudahnya mengakses barang haram tersebut. 

Bahkan, di setiap lapak, agen togel dengan terang-terangan mengumumkan nomor-nomor keluaran dari beberapa bandar togel dunia, pada papan pengumuman, layaknya pengumuman jumlah suara dalam TPS saat pemilu.

Maraknya praktik judi togel di Wilayah Kabupaten Minahasa Utara , tentu mengundang tanya di kalangan masyarakat, apakah judi yang satu ini sudah dilegalkan, ataukah sengaja dilakukan pembiaran oleh aparat karena sudah ‘dikondisikan’?

Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua DPRD Minut Olivia Mantiri mengatakan negara ini tidak pernah melegalkan judi, termasuk togel. Sehingga kalau dilihat secara aturan negara, jelas-jelas itu tidak dibenarkan.

Ia juga yakin semua agama tidak menghendaki adanya perjudian, tetapi kalau melihat kondisi sekarang seperti ada pembiaran dari pihak-pihak terkait. Misalnya dari pemerintah dan aparat kepolisian, sehingga judi togel itu marak.

“Di kompleks-kompleks itu banyak sekali, sehingga jadi pertanyaan untuk pihak aparat hukum saat ini masyarakat bertanya-tanya ini ada apa? Kenapa tidak ada tindakan? Yang jelas kalau kita lihat KUHP pasal 303 itu mengatur tentang perjudian dan itu dilarang,” ujar Mantiri, Senin (21/12/2020). 

Menurutnya sampai sekarang tidak ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang perjudian apalagi togel yang marak di Minut.

"Polres Minut diminta tegas untuk menangkap oknum bandar dan agen penjual kupon Togel yang sangat jelas meresahkan warga Minut," pintah Mantiri. (Joyke)