Konflik Dumoga Pecah, Yusra Alhabsyi Minta Polda Ekstra Serius - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Konflik Dumoga Pecah, Yusra Alhabsyi Minta Polda Ekstra Serius

Anggota DPRD Sulut Dapil Bolmong Raya Yusra Alhabsyi (Foto: Ist)

Sulut24.com, BOLMONG - Tawuran antar kampung (tarkam) di wilayah Dumoga Raya, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) kembali pecah, Kamis 12 Mei 2022 sekira dini hari. Bahkan, kerusuhan yang melibatkan sejumlah desa itu mirisnya hingga menelan korban jiwa. Salah satunya tarkam antara warga desa Doloduo, Kecamatan Dumoga Barat dengan Desa Kosio, Kecamatan Dumoga Timur. Salah satu pemuda yang merupakan warga Kosio tewas akibat tebasan alat tajam. Tak hanya itu, tarkam juga pecah antara Desa Konarom dan Desa Kosio serta warga Desa Bombanon dengan Desa Tambun.

Terkait insiden ini Anggota DPRD Sulut asal Bolmong Raya (BMR) Yusra Alhabsyi angkat bicara. Kata Yusra, dirinya selaku warga Bolmong turut prihatin atas apa yang terjadi di Dumoga Raya. Ia meminta saat ini masyarakat yang berada di daerah konflik tersebut baiknya saling menahan diri. Hindari provokasi yang akan berujung ke pertikaian selanjutnya. Selain itu, menurut politisi PKB ini aparat kepolisian harus bertindak cepat untuk meredahkan keamanan di wilayah Dumoga Raya.

"Kami meminta Kapolda Sulut agar turun langsung ke lokasi kejadian. Lakukan pendekatan persuasif dengan mengumpulkan seluruh tokoh masyarakat di desa-desa yang bertikai itu untuk mencari kesepahaman demi menyudahi konflik yang berujung tindakan kriminal ini. Poin tersebut yang harus segera dilakukan oleh aparat berwenang. Agar hal-hal yang tidak kita inginkan bersama tidak terjadi lagi di kemudian hari. Apalagi kita ketahui bersama tarkam ini telah membawa korban," kata Ketua GP Ansor Sulut itu, Kamis (12/5/2022)

Lanjutnya, mengenai pelaku-pelaku kerusuhan serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Kemudian, ia juga mendesak aparat berwajib segera melakukan penangkapan terhadap para pelaku dan diproses sebagaimana mestinya. Langkah-langkah ini yang wajib ditindaklanjuti, agar dapat menyulutkan emosi warga untuk melakukan aksi balas dendam yang mengakibatkan konflik berkepanjangan.

"Kami juga mendesak Kapolda Sulut untuk menambah jumlah personil ke lokasi kejadian untuk memastikan keamanan bagi masyarakat di Dumoga Raya yang tidak mengerti dan tidak tahu menahu dengan masalah tarkam tersebut. Dan itu akan membuat kepastian keamanan di wilayah yang bertikai. Karena kita tahu persis bagaimana konflik antar warga di Dumoga Raya di waktu-waktu yang lalu," terang politisi muda masa depan BMR itu. (Joyke)