Update Harga Ikan Tuna di Wilayah I Sulut, Salibabu Tembus Rp27 Ribu per Kilogram
Suasana aktivitas bongkar muat ikan tuna hasil tangkapan nelayan di pelabuhan perikanan (Foto: ist)
UPTD BP2SDKP Wilayah I Sulut merilis pembaruan harga komoditas ikan di PP Salibabu dan PP Dagho per 31 Juli 2025.
Sulut24.com, MANADO – UPTD Balai Pelabuhan Perikanan dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BP2SDKP) Wilayah I (Sangihe, Sitaro, dan Talaud), Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, merilis pembaruan harga komoditas ikan di Pelabuhan Perikanan (PP) Salibabu dan PP Dagho, Jumat (31/7/2025). Perbedaan harga antar wilayah dipengaruhi oleh hasil tangkapan nelayan, kondisi cuaca, serta mekanisme pembelian yang berlaku di masing-masing pelabuhan.
Berdasarkan data UPTD BP2SDKP Wilayah I, harga ikan di PP Salibabu tercatat relatif lebih tinggi dibandingkan PP Dagho. Di PP Salibabu, harga tuna mencapai Rp27.000 per kilogram, cakalang Rp20.000 per kilogram, malalugis Rp25.000 per kilogram, deho Rp22.000 per kilogram, dan tude Rp20.000 per kilogram.
Sementara itu, di PP Dagho, harga tuna berada pada kisaran Rp20.000 per kilogram, cakalang Rp17.000 per kilogram, malalugis Rp10.000 per kilogram, deho Rp7.000 per kilogram, serta tude Rp12.000 per kilogram.
Kepala Balai BP2SDKP Wilayah I, Rony Tuage menjelaskan bahwa fluktuasi harga ikan merupakan hal yang wajar karena dipengaruhi sejumlah faktor di lapangan.
"Di Pelabuhan Perikanan Salibabu, harga ikan menyesuaikan dengan hasil tangkapan nelayan, harga yang berlaku di tingkat pembeli lokal, serta kondisi cuaca di perairan Kepulauan Talaud. Sementara di Pelabuhan Perikanan Dagho, harga mengikuti standar pembelian yang ditetapkan perusahaan pembeli, di samping memperhatikan jenis komoditas hasil tangkapan nelayan," ujar Rony Tuage.
Ia menambahkan, pembaruan informasi harga komoditas ikan dilakukan secara berkala sebagai bentuk transparansi informasi kepada nelayan, pelaku usaha perikanan, dan masyarakat. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam aktivitas pemasaran hasil perikanan sekaligus mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan di wilayah Sangihe, Sitaro, dan Talaud.
UPTD BP2SDKP Wilayah I berada di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan komitmen mendukung terwujudnya visi "Sulut Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan" melalui penguatan pelayanan pelabuhan perikanan serta pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. (fn)

