Listrik Padam Bergilir di Bunaken, Bamukisst Soroti Dampak ke Pariwisata, PLN Ungkap Solusi
Sekretaris Umum Bamukisst, Alfeyn Gilingan dan logo PLN (Foto: ist)
Sulut24.com, MANADO - Badan Musyawarah Kekeluargaan Indonesia Sangihe Sitaro dan Talaud (Bamukisst) mendesak PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) segera mencari solusi permanen atas pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Pulau Bunaken, Sulawesi Utara.
Sekretaris Umum Bamukisst, Alfeyn Gilingan, menilai gangguan pasokan listrik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan aktivitas pariwisata di salah satu destinasi unggulan Indonesia itu.
Menurut Alfeyn, Pulau Bunaken merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Taman Nasional Bunaken. Di kawasan tersebut terdapat berbagai fasilitas pendukung pariwisata, mulai dari cottage hingga restoran yang dibangun oleh para pelaku usaha dengan investasi yang tidak sedikit.
“Adanya pemadaman bergilir oleh PLN ini secara langsung telah merugikan pelaku usaha wisata yang sudah mengeluarkan investasi cukup besar,” kata Alfeyn, Kamis (20/8/2026).
Ia menilai pemadaman listrik secara berulang dapat mengganggu iklim investasi sekaligus berdampak terhadap kenyamanan wisatawan. Kondisi tersebut dikhawatirkan pada akhirnya memengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Bunaken.
Alfeyn juga mempertanyakan belum adanya penyelesaian menyeluruh atas persoalan kelistrikan di Bunaken. Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi bertolak belakang dengan berbagai upaya pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.
“Pak Gubernur Yulius Selvanus sebaiknya segera turun mendesak PLN agar segera mengatasi hal itu agar tidak kerugian pariwisata ini berkepanjangan,” ujarnya.
Bamukisst Pertanyakan Penyebab Pemadaman
Alfeyn mengatakan persoalan pasokan listrik di Pulau Bunaken bukan baru muncul akibat musim kemarau panjang. Menurut dia, gangguan tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius.
Ia meminta PLN menjelaskan secara terbuka penyebab pemadaman yang terjadi di Pulau Bunaken sekaligus memastikan langkah konkret untuk mengatasinya.
“(Apa) Alasan pemadaman karena apa. Kalau mesin rusak, segera ganti mesin baru, jika kuota BBM kurang, harus ditambah,” katanya.
Selain berdampak terhadap sektor pariwisata, pemadaman bergilir juga dinilai menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang bermukim di Pulau Bunaken. Aktivitas ekonomi, pelayanan masyarakat, hingga kebutuhan rumah tangga ikut terdampak ketika pasokan listrik tidak berjalan secara normal.
PLN Sebut Sistem Kelistrikan Bunaken Berstatus Siaga
Sementara itu, Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Suluttenggo, Noven N. Koropit, melalui siaran pers Kamis (20/8/2026), mengatakan PLN terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keandalan dan kontinuitas pasokan listrik bagi masyarakat di Pulau Bunaken.
Dalam keterangan persnya, Noven menjelaskan sistem kelistrikan Bunaken saat ini berada dalam status siaga. Kapasitas daya terpasang mencapai 1.400 kW, sedangkan daya mampu pembangkit sebesar 490 kW dengan beban puncak mencapai 328 kW.
Dengan kondisi tersebut, PLN mencatat masih terdapat cadangan daya sebesar 162 kW.
Menurut PLN, status siaga menunjukkan sistem kelistrikan masih mampu melayani kebutuhan pelanggan. Namun, ruang cadangan daya yang tersedia relatif terbatas sehingga diperlukan penguatan serta peningkatan kapasitas pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan beban maupun potensi gangguan pada unit pembangkit.
PLN Perkuat Mesin dan Bangun PLTS-BESS
PLN menyatakan sejumlah langkah penguatan sistem tengah dilakukan di Pulau Bunaken. Salah satunya melalui peningkatan daya mampu mesin dan perbaikan mesin eksisting untuk mengembalikan kapasitas pembangkitan yang tersedia.
Selain itu, PLN tengah membangun sistem hibridisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan Battery Energy Storage System (BESS) Huawei berkapasitas 100 kW.
Sistem tersebut ditargetkan mulai masuk ke dalam sistem kelistrikan Bunaken pada pekan pertama September 2026. PLN berharap teknologi tersebut dapat memperkuat keandalan sekaligus meningkatkan efisiensi sistem kelistrikan di pulau tersebut.
PLN menegaskan listrik merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat Pulau Bunaken, termasuk untuk mendukung aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pariwisata, dan kehidupan sehari-hari.
Karena itu, PLN mengaku terus melakukan langkah teknis secara bertahap untuk memperkuat sistem serta meningkatkan keandalan pasokan listrik.
PLN juga mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan sesuai kebutuhan, terutama pada periode beban puncak. Efisiensi penggunaan listrik dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan sistem selama proses penguatan kapasitas berlangsung.
PLN menyatakan akan terus memantau kondisi sistem, mempercepat pemeliharaan dan perbaikan pembangkit, serta mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menjaga keandalan dan kontinuitas pasokan listrik di Pulau Bunaken. (fn)

