Agnes Laratmase Jadi Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PP PMKRI 2026–2028, Siap Perkuat Kualitas Kader - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Agnes Laratmase Jadi Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PP PMKRI 2026–2028, Siap Perkuat Kualitas Kader

Suasana pelantikan PP PMKRI periode 2026–2028 (Foto: ist)

Agnes Laratmase resmi menjadi Presidium Pendidikan dan Kaderisasi PP PMKRI periode 2026–2028 dengan komitmen memperkuat kualitas kader melalui pendidikan dan kaderisasi berkelanjutan.

Sulut24.com, JAKARTA - Agnes Laratmase, S.I.K. resmi dilantik sebagai Presidium Pendidikan dan Kaderisasi Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028.

Pelantikan tersebut berlangsung dalam rangkaian pelantikan Pengurus Pusat PMKRI di Margasiswa I PMKRI, Jalan Dr. GSSJ Ratulangi No. 1, Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Mengemban tanggung jawab di bidang pendidikan dan kaderisasi, Agnes menyatakan komitmennya untuk memperkuat sistem pembinaan kader secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya pendidikan formal, nonformal, dan informal sebagai bagian dari proses pembentukan kader PMKRI.

“Saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Melalui pendidikan formal, nonformal, dan informal, kami ingin memperkuat proses pembinaan kader agar setiap kader PMKRI di seluruh Indonesia memiliki kualitas intelektual, karakter, kemampuan kepemimpinan, serta kepekaan sosial yang semakin baik," kata Agnes.

Menurut Agnes, kaderisasi merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan organisasi. Proses tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi PMKRI dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat dan bangsa.

Ia menegaskan, pendidikan kader tidak semata-mata diarahkan untuk memenuhi kebutuhan internal organisasi. Kaderisasi juga perlu membentuk individu yang memiliki kapasitas untuk berkontribusi dan merespons berbagai persoalan di tengah masyarakat.

“Kader yang berkualitas merupakan salah satu kunci bagi kemajuan sebuah bangsa. Karena itu, kaderisasi harus mampu membentuk manusia yang tidak hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga karakter, integritas, tanggung jawab, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menjawab persoalan-persoalan masyarakat," ujarnya. 

Dalam menjalankan tugasnya, Agnes juga menyoroti pentingnya sistem kaderisasi yang mampu menjangkau seluruh cabang PMKRI di Indonesia.

Penguatan kapasitas kader diharapkan dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan konteks serta kebutuhan masing-masing daerah.

Agnes berharap pendidikan dan kaderisasi PMKRI dapat menjadi ruang pembentukan kader secara utuh, sekaligus memberikan kesempatan bagi setiap kader untuk mengembangkan potensi dan kompetensinya.

“Harapannya, pendidikan dan kaderisasi PMKRI dapat menjadi ruang yang benar-benar membentuk kader secara utuh. Kita ingin setiap kader mendapatkan kesempatan untuk bertumbuh, belajar, dan mengembangkan potensinya, sehingga ketika kembali ke masyarakat, mereka mampu membawa nilai dan kompetensi yang telah dibentuk selama berproses di PMKRI,” tandas Agnes.

Dengan amanah baru tersebut, Agnes akan mengemban tanggung jawab di bidang pendidikan dan kaderisasi selama periode kepengurusan PP PMKRI 2026–2028, dengan fokus pada penguatan proses pembinaan dan pengembangan kualitas kader di berbagai daerah. (fn)