Pedagang Pasar Melonguane Mulai Rasakan Dampak Pembekuan Kapal PT. SPI, Stok Barang Pokok Menipis
Pedagang bahan pokok di Pasar Melonguane saat Abdon Ambalau saat melakukan aktivitas (Foto: Sulut24/ep)
Distribusi logistik ke Talaud terganggu, pedagang keluhkan kelangkaan bahan pokok dan minta pemerintah segera bertindak.
Sulut24.com, TALAUD - Pembekuan sementara armada kapal milik PT Surya Pacific Indonesia (SPI), termasuk KM. Barcelona IIIA yang melayani rute Manado–Talaud berdampak terjadinya kelangkaan stok bahan pokok di Pasar Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, sejak Kamis (31/7). Kapal yang rutin melayani rute Manado–Talaud tersebut dihentikan operasinya, sehingga mengganggu distribusi logistik ke daerah kepulauan tersebut.
"Barang dari Manado tidak masuk. Beras, cabai, bawang, sampai ayam dan sayur jadi susah dicari," kata Abdon Ambalau, salah satu pedagang di Pasar Melonguane, Jumat (1/8/2025). Ia menambahkan, stok barang kebutuhan pokok berkurang secara signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa komoditas yang mulai langka di pasaran meliputi beras, bawang merah dan putih, cabai rawit, cabai merah, tomat, daging ayam, serta sayur-sayuran. Kelangkaan ini dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga dan memperburuk daya beli masyarakat.
Selain berdampak pada perdagangan, gangguan distribusi juga dirasakan sektor lain, termasuk transportasi penumpang.
"Banyak mahasiswa yang harusnya berangkat ke Manado terpaksa menunda karena tidak ada kapal kemarin," ujar Abdon.
KM. Barcelona IIIA merupakan salah satu kapal pengangkut utama dari dan ke Talaud yang beroperasi secara reguler menggantikan KM. Barcelona V.A yang terbakar di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara. Hingga saat ini, belum ada kapal pengganti yang melayani rute tersebut secara penuh.
Abdon berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil tindakan untuk menormalkan jalur distribusi ke Talaud.
"Kami minta solusi segera. Tambah kapal logistik dan pastikan distribusi lancar, supaya ekonomi di sini tidak lumpuh," tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, Welly Titah, mengatakan bahwa pemerintah tengah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Sulut dan Kantor Syahbandar serta Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk mencari armada pengganti.
“Kami sedang berkoordinasi agar layanan pelayaran ke Talaud tetap berjalan,” jelas Bupati Welly Titah.
Data dari Dinas Perdagangan setempat menyebutkan bahwa lebih dari 70% pasokan bahan pokok di Talaud bergantung pada jalur laut dari Manado. Ketergantungan tersebut membuat wilayah kepulauan rentan terhadap gangguan distribusi. (ep)

