Harga Pi Network Anjlok Lebih dari 90 Persen Sejak Listing di Bursa
Ilustrasi (AI-generated image/Sulut24.com)
Dari Hampir USD 3 hingga Bertahan di Kisaran USD 0,2, Apa Penyebabnya?
Sulut24.com – Harga aset kripto Pi Network (PI) tercatat mengalami penurunan tajam sejak pertama kali mulai diperdagangkan di sejumlah bursa kripto hingga awal 2026.
Berdasarkan data pasar kripto global, nilai Pi Network telah terkoreksi lebih dari 90 persen dari harga tertingginya saat awal listing.
Pi Network mulai menarik perhatian publik ketika memasuki fase Open Mainnet dan mulai diperjualbelikan secara terbatas di beberapa bursa kripto pada Februari 2025. Pada periode tersebut, harga PI sempat melonjak signifikan dan menyentuh level tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di kisaran USD 2,9 hingga USD 3,0 per koin.
Namun euforia pasar tersebut tidak bertahan lama.
Tekanan Jual Pasca-Listing
Memasuki Maret 2025, harga Pi Network mulai mengalami koreksi tajam. Dalam hitungan minggu, nilai PI turun ke kisaran USD 1,0–1,9, sebelum akhirnya kembali tertekan hingga menyentuh level USD 0,7–0,8.
Penurunan berlanjut pada April 2025, di mana harga Pi Network tercatat berada di kisaran USD 0,5–0,6. Sepanjang pertengahan 2025, harga PI terus bergerak fluktuatif namun cenderung melemah, bahkan sempat turun ke level USD 0,4.
Data agregator kripto global seperti CoinGecko dan CoinMarketCap mencatat bahwa tekanan jual semakin besar seiring meningkatnya jumlah koin Pi yang bermigrasi ke Mainnet, meski belum sepenuhnya bebas diperdagangkan secara global.
Titik Terendah di Akhir 2025
Kondisi terburuk terjadi pada Oktober 2025, ketika harga Pi Network mencetak titik terendah sepanjang masa di kisaran USD 0,17 per koin. Angka tersebut hanya sekitar 6–7 persen dari harga puncaknya di awal listing.
Hingga Januari 2026, harga Pi Network terpantau relatif stabil namun masih berada di level rendah, yakni di kisaran USD 0,20–0,22 per koin, atau setara Rp. 3.500–Rp. 3.700 per koin (kurs rupiah).
Faktor Penyebab Penurunan Harga
Sejumlah analis kripto menilai penurunan harga Pi Network dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:
1. Belum sepenuhnya open network, sehingga penggunaan dan transfer Pi masih terbatas.
2. Pasokan koin yang besar, seiring proses migrasi saldo penambang ke Mainnet.
3. Belum terdaftar di bursa kripto besar seperti Binance atau Coinbase.
4. Sentimen pasar kripto global yang masih fluktuatif sepanjang 2025.
Selain itu, sebagian komunitas menilai ekspektasi harga yang terlalu tinggi di awal listing tidak diimbangi dengan utilitas nyata yang kuat dalam jangka pendek.
Masih Menunggu Kepastian Masa Depan
Meski harga mengalami koreksi tajam, Pi Network hingga kini masih memiliki komunitas pengguna yang besar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Banyak penambang Pi masih menunggu langkah lanjutan tim pengembang, terutama terkait pembukaan jaringan sepenuhnya (Open Mainnet), perluasan ekosistem aplikasi, serta peluang listing di bursa besar.
Analis menilai, pergerakan harga Pi Network ke depan akan sangat bergantung pada kejelasan roadmap, adopsi riil, serta kepercayaan pasar terhadap utilitas jangka panjang koin tersebut. (fn)

