Prediksi Meleset, Kilas Balik Ramalan Juara Piala Dunia 2026 Sebelum Spanyol Angkat Trofi
Suasana saat Timnas Spanyol melakukan selebrasi usai menjadi juara Piala Dunia 2026 (Foto: Fifa World Cup)
Deretan Prediksi Piala Dunia 2026 yang Gagal Total, Spanyol Juara di Luar Dugaan Banyak Pihak.
Sulut24.com, OLAHRAGA - Spanyol resmi dinobatkan sebagai juara Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Argentina 1-0 dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga babak perpanjangan waktu di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal kemenangan La Furia Roja dicetak oleh pemain pengganti Ferran Torres pada menit ke-106, memastikan Spanyol meraih gelar juara dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya berjaya di Afrika Selatan pada 2010.
Namun di balik selebrasi Spanyol, publik yang mengikuti rangkaian prediksi menjelang dan selama turnamen menemukan fakta menarik sebagian besar ramalan populer yang beredar justru meleset dari kenyataan.
Berikut rangkuman sejumlah prediksi yang paling banyak diperbincangkan namun akhirnya tidak terbukti.
Opta Sempat Jagokan Prancis di Fase Akhir Turnamen
Superkomputer Opta, yang dikenal luas karena simulasinya berbasis ribuan skenario pertandingan, sempat mengubah arah prediksinya menjelang semifinal.
Setelah seluruh laga perempat final rampung, Opta menempatkan Prancis sebagai kandidat terkuat peraih trofi dengan peluang juara sebesar 33,81 persen, jauh di atas Spanyol yang saat itu hanya diberi peluang 24,16 persen. Argentina, sang juara bertahan, bahkan diposisikan sebagai kandidat paling lemah di antara empat semifinalis yang tersisa.
Prediksi tersebut lahir setelah Prancis menyingkirkan Maroko dan diperkuat asumsi bahwa jalur mereka menuju final akan relatif lebih ringan. Kenyataan berkata lain, Spanyol justru membungkam Prancis di semifinal, sementara Argentina berhasil melangkah ke partai puncak sebelum akhirnya takluk dari Spanyol di final.
Skenario Final Prancis vs Inggris yang Tak Pernah Terjadi
Selain soal peluang juara, sejumlah prediksi jelang semifinal juga menyebut Prancis dan Inggris sebagai dua tim yang paling berpeluang bertemu di partai final, dengan Prancis diunggulkan keluar sebagai pemenang.
Skenario ini sama sekali tidak terwujud. Final Piala Dunia 2026 justru mempertemukan Spanyol dan Argentina dua tim yang dalam prediksi tersebut diperkirakan akan tersingkir lebih dulu di babak semifinal.
Chatbot AI Pun Tak Luput dari Prediksi yang Meleset
Fenomena menarik lain datang dari pengujian terhadap sejumlah model kecerdasan buatan. Media teknologi KompasTekno menguji enam chatbot AI dengan pertanyaan yang sama mengenai tim yang akan melaju ke final dan menjadi juara.
Hasilnya, empat dari enam chatbot ChatGPT, Perplexity, Grok, dan DeepSeek kompak menjagokan Spanyol sebagai juara dengan berbagai alasan, mulai dari status juara Euro 2024, komposisi pemain muda dan senior yang seimbang, hingga performa yang konsisten sepanjang turnamen.
Namun dua chatbot lain, yakni Claude dan Gemini, justru lebih menjagokan Prancis sebagai juara. Prediksi keduanya pun akhirnya tidak terbukti setelah Spanyol yang mengangkat trofi.
Status Juara Bertahan Argentina Tak Cukup Kuat
Sebelum turnamen bergulir, Argentina sebagai juara bertahan tetap dianggap salah satu kandidat terkuat, sejajar dengan Prancis dan Brasil yang selalu masuk daftar unggulan utama dalam setiap edisi Piala Dunia.
Perkiraan tersebut hanya terbukti sebagian Argentina memang berhasil melaju hingga partai puncak, tetapi gagal mempertahankan gelar setelah kalah dari Spanyol. Brasil bahkan tidak sempat mendekati level tersebut karena tersingkir lebih awal, jauh sebelum babak semifinal.
Prediksi yang Akhirnya Terbukti Benar
Menariknya, arah prediksi baru mulai sejalan dengan hasil akhir setelah Spanyol menundukkan Prancis di semifinal. Pasca-laga tersebut, baik Opta maupun EA Sports memperbarui simulasi mereka dan sama-sama menempatkan Spanyol sebagai favorit utama peraih trofi, dengan Opta memberi peluang juara mencapai 56,15 persen bagi La Furia Roja.
Prediksi inilah yang akhirnya terbukti akurat setelah gol tunggal Ferran Torres memastikan gelar juara dunia kedua bagi Spanyol.
Sepak Bola dan Sifat Sulit Ditebaknya
Rentetan prediksi yang meleset ini kembali menegaskan satu hal yang selama ini dikenal luas di dunia sepak bola sebaik apa pun model statistik, sesempurna apa pun analisis data, dan secanggih apa pun kecerdasan buatan yang digunakan, hasil akhir pertandingan tetap ditentukan di atas lapangan.
Kejutan demi kejutan sepanjang Piala Dunia 2026 mulai dari tersingkirnya Brasil dan Portugal lebih awal, hingga performa dominan Spanyol yang sempat dianggap bukan lagi favorit utama menjelang semifinal menjadi pengingat bahwa probabilitas bukanlah jaminan hasil akhir dalam olahraga ini. (fn)


