Terkait Prediksi Selesainya Pandemi Covid-19 di Sulut, Begini Penjelasan dr. Dandel - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Terkait Prediksi Selesainya Pandemi Covid-19 di Sulut, Begini Penjelasan dr. Dandel


Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara dr. Steaven Dandel
(Foto: Pemprov Sulut/Youtube.com)

Sulut24.com – Manado, Sampai saat ini tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara belum dapat memprediksi kapan Pandemi Virus Corona (Covid-19) di Sulawesi Utara akan berakhir.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara dr. Steaven Dandel dalam sesi tanya jawab bersama wartawan pada conferensi pers daring Minggu (17/5/2020). Menurutnya sampai saat ini tim ahli yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara masih terus menganalisa data penyebaran Virus Covid-19 di Sulut.

“Sampai sekarang kita belum dapat memperkirakan kapan pandemi ini akan berakhir karena dinamikanya beruba setiap saat, data-data epidemiologi tidak mencerminkan  benar-benar data epidemiologi yang dilapangan, tetapi lebih ke arah kapan hasil laboratoriumnya muncul di Provinsi Sulawesi Utara,” tandas Jubir Covid-19 Sulut.

Menurtnya tim gugus tugas telah berusaha memilah dari omset penyakit tetapi data yang didapat masih belum jelas. Tambahnya hal tersebut karena sebagian besar masih tercover dengan kasus-kasus yang datang dari pelaku perjalanan sehingga tim gugus tugas belum bisa memotret secara sempurna transmisi lokal yang terjadi di Sulawesi Utara.

“Ada satu indikator yang dapat dipakai untuk memperkirakan kearah mana pandemi ini akan berakhir, salah satunya adalah doubling rate yaitu dalam berapa hari berapa kasus yang berlipat ganda,” tutur Dandel.

Dandel menerangkan jika jarak penggandaan kasus makin hari makin sempit maka pandemi lebih mengarah pada penyebaran yang lebih luas, namun sebaliknya, menurutnya jika jarak penggandaan semakin melebar maka pandemi telah mengarah ke tren penurunan.

“Jadi kalau dievaluasi apabila penggandaan ini makin hari makin sempit atau makin dekat jaraknya maka sebenarnya kita lebih mengarah pada pandemi yang lebih luas, tapi kemudian kalau angka penggandaan ini makin melebar jaraknya menjadi beberapa hari, maka sebenarnya kita lagi dalam arah untuk menurun,” jelas dr. Dandel.

Baca Juga : 
Bayi Positif Covid-19 Meninggal di RSUP Prof Kandou

“Dari data kami yang ada di tim surveillance sebenarnya kita sudah mengalami doubling rate yang makin singkat tetapi masih tercover dengan sebagian pelaku perjalanan yang belum bisa dibuktikan sebagai transmisi lokal yang ada di Sulawesi Utara,” tambahnya. 
(Fn)