Dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Rio Dondokambey, OJK, Bank SulutGo dan BRI Canangkan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan
Sulut24.com, MINUT- Desa Darunu Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara dipilih sebagai lokasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),Bank SulutGo (BSG) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kegiatan tersebut dilaksanakan Kamis 26 Februari 2026 yang dihadiri Anggota Komisi XI DPR RI Rio Dondokambey,
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara dan Gorontalo Robert Sianipar, Direktur Umum PT Bank SulutGo (BSG) Joubert R.J. Dondokambey, utusan pimpinan Bank Rakyat Indonesia, Mewakili Bupati Minahasa Utara Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Richard J. H. Dondokambey, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Minahasa Utara Jack Y.R. Paruntu dan Camat Wori Oktavianus Jus Mayuntu serta para Nelayan yang tergabung Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Minahasa Utara.
Dipilihnya Desa Darunu sebagai lokasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) karena desa tersebut dikenal dengan potensi wisatanya.
Desa ini telah ditetapkan sebagai desa binaan BSG. Melalui program ini, Bank SulutGo tidak hanya membantu dalam pengembangan sektor pariwisata, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses terhadap layanan keuangan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Richard J. H. Dondokambey ketika membacakan sambutan Bupati mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi atas penyelenggaraan kegiatan yang baik ini.
Menurutnya Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau Gencarkan merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.
Program ini selaras dengan kebijakan nasional yang dicanangkan guna mendorong masyarakat agar semakin memahami produk dan layanan keuangan serta mampu mengelolanya secara bijak dan bertanggung jawab di era transformasi digital saat ini.
Menurutnya, tantangan di bidang keuangan semakin kompleks kemudahan akses layanan keuangan digital pinjaman online investasi berbasis aplikasi hingga berbagai tawaran finansial lainnya memerlukan kecermatan dan pemahaman yang memadai tanpa literasi yang baik masyarakat sangat rentan terhadap praktik penipuan investasi ilegal hingga jeratan utang yang tidak sehat.
" 0leh karena itu kegiatan sosialisasi gencarkan ini menjadi sangat penting ini bukan sekedar kegiatan seremonial tetapi merupakan bagian dari gerakan kolektif untuk membangun budaya cerdas finansial di tengah masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa Utara," ungkapnya.
Ia menjelaskan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berkomitmen mendukung penuh setiap program peningkatan literasi dan inklusi keuangan.
"Kami siap bersinergi dengan OJK lembaga perbankan serta seluruh stakeholder yang menghadirkan edukasi keuangan yang menjangkau desa-desa sekolah-sekolah kelompok perempuan nelayan petani hingga pelaku usaha kecil kita ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses terhadap pelayanan keuangan yang aman dan terpercaya. Kita ingin masyarakat Minahasa Utara tidak hanya melek keuangan tetapi juga berdaya secara ekonomi," kata Richard Dondokambey
Selain itu meningkatkan pemahaman (literasi) dan akses (inklusi) keuangan secara merata dan untuk melindungi masyarakat dari investasi ilegal dan penipuan online.
Menurutnya, OJK berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut dan Gorontalo melalui peningkatan penyaluran KUR, khususnya pada sektor unggulan.
"OJK mengarahkan perbankan untuk memfokuskan KUR pada sektor-sektor produktif, termasuk nelayan, pertanian, peternakan, dan UMKM untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi," ungkapnya
Kepala OJK SulutGo Robert Sianipar juga mengapresiasi dan terus mendorong BSG serta lembaga keuangan lainnya untuk memaksimalkan kuota KUR (contoh: BSG mendapatkan kuota Rp160 miliar pada 2025) untuk memperkuat inklusi keuangan.
Direktur Umum PT Bank SulutGo (BSG) Joubert R.J. Dondokambey menjelaskan
Bank SulutGo dan OJK bersinergi memberikan edukasi keuangan yang mendalam bagi warga desa.
"Fokus utama adalah membantu pelaku usaha seperti yang ada di Desa Darunu agar lebih mudah mengakses permodalan resmi dan aman," katanya.
Menurutnya langkah ini bertujuan menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif di tingkat pedesaan, memungkinkan warga Desa Darunu mengambil keputusan keuangan yang tepat dan aman.
Ia menjelaskan Desa Darunu dipilih sebagai lokasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) oleh Bank SulutGo dan OJK.
Kolaborasi ini fokus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, guna mewujudkan masyarakat cerdas finansial, mendukung permodalan, serta menghindari kejahatan keuangan.
Anggota Komisi XI DPR RI Rio Dondokambe dalam sambutannya memberikan apresiasi atas inisiatif OJK dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif.
Bung Rio Dondokambey mendorong masyarakat untuk terhindar dari investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan penipuan berbasis digital.
Ia juga meminta kolaborasi antara OJK, perbankan, pemerintah, dan lembaga pendidikan untuk memastikan edukasi keuangan merata di seluruh Indonesia. (Joyke)

