Stop Tangkap dan Jual Ikan Kakatua! - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Stop Tangkap dan Jual Ikan Kakatua!

 Aktivis lingkungan masyarakat pesisir Taman Laut Bunaken
(Istimewa)
Sulut24.com - Manado, Sejumlah aktivis lingkungan masyarakat pesisir Taman Laut Bunaken prihatin atas penangkapan dengan bebas, intens dan berlebihan ikan Kakatua di perairan Manado. Apalagi penjualan ikan tersebut di pasar tradisional semakin hari mengalami peningkaran.

"Penjualan bebas dalam jumlah besar dan konsumsi ikan Kakatua oleh masyarakat terus meningkat. Ini sangat memprihatinkan karena merupakan gangguan besar bagi keseimbangan lingkungan dan ekosistem laut," kata Frets Piter dari Formatur Masyarakat Adat Bunaken, Selasa (9/6/20) di Manado.

Menurut Piter, penangkapan bebas terhadap ikan Kakatua menjadi pembahasan di grup WA forum masyarakat adat. "Kami mulai berkampanye stop beli ikan Kakatua. Kami akan usulkan ke pemerintah agar membuat aturan khusus untuk meredam penangkapan dan penjualan bebas terhadap ikan ini," jelasnya.

Pembahasan tersebut, sebut Piter, berawal dari postingan masyarakat di media sosial terkait penangkapan dan konsumsi ikan Kakatua. "Nah, kami prihatin kalau penangkapan ikan Kakatua semakin intens dan dalam jumlah besar. Harus ada upaya untuk meredam," bebernya.

Seberapa pentingnya ikan Kakatua bagi keseimbangan lingkungan? "Sangat besar dan berperan penting bagi keseimbangan alam. Ikan Kakatua penghasil pasir putih," ujarnya sambil menunjuk sebuah sumber mengenai hal tersebut.

Dikutip dari https://ocean.si.edu/ocean-life,
peneluti Ashley Gallagher tahun 2018 menulis ikan Kakatua hidup di terumbu karang dan menghabiskan hari-hari mereka mengunyah karang. Ikan Kakatua atau Parrotfish mengunyah karang sepanjang hari, tidak hanya memakan kerangka kalsium karbonat keras, tetapi organisme bertubuh lunak, polip yang menutupi kerangka dan ganggang yang hidup di dalamnya dan memberikan energi pada karang, juga  sebagai bakteri yang hidup di dalam kerangka karang. 

Ketika parrotfish mengeluarkan terumbu yang mereka makan, jaringan lunak diserap dan yang tersisa berupa banyak pasir.  Dalam setahun, satu ikan kakatua besar dapat menghasilkan 450 pon (450 kg) pasir.

 Setiap parrotfish memiliki sekitar 1.000 gigi, berbaris dalam 15 baris. Ketika gigi aus, mereka jatuh ke dasar laut.  "Saya seorang penyelam scuba, dan saya selalu mendengar betapa kerasnya mereka di bawah air, ketika mereka memecahkan karang," kata ahli biofikisa,  Tidak ada yang mengukur seberapa keras, kaku, dan kuatnya gigi-gigi ini, jadi Dr. Puspa Gilbert dalam artikel tersebut.

 Peneliti lain dari Lawrence Berkeley Laboratory dan University of Wisconsin-Madison mengatakan ketika mereka melihat ke dalam komposisi gigi parrotfish adalah struktur kristal yang rumit.  Gigi parrotfish terbuat dari bahan yang disebut fluorapatite yang mengandung kalsium, fluor, fosfor dan oksigen, dan merupakan biomineral tersulit kedua di dunia. 

Parrotfish dijelaskan terus menjalani hari-hari mereka, hampir terus-menerus merumput di karang.  Selain makan banyak karang, mereka juga memakan alga yang tumbuh di atas terumbu karang.  Fungsi pembersihan ini penting untuk kelangsungan hidup ekosistem terumbu karang.  Ketika ikan memakan ganggang yang bersaing dengan polip karang, karang dapat tumbuh dan lebih tahan terhadap tekanan lokal (seperti polusi atau pemanasan). 

Di daerah-daerah di mana penangkapan ikan yang berlebihan telah memusnahkan populasi ikan kakatua, ekosistem terumbu karang tidak seproduktif, dan tidak dapat mempertahankan kehidupan yang beragam.
(Ag)