Keadaan Darurat! Catat Ini Call Center Basarnas Manado - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Keadaan Darurat! Catat Ini Call Center Basarnas Manado

Lokasi bencana longsor di Malalayang (Gambar: Ist)


Sulut24.com - Manado, Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur kota Manado mengakibatkan berbagai wilayah di Kota Manado terdendam air. 

Selain genangan air, hujan yang terus mengguyur wilayah Manado juga turut mengakibatkan longsor di beberapa lokasi. 

Hingga saat ini tercatat sudah ada lima kroban jiwa dari tiga lokasi longsor yang berbeda yaitu Kelurahan Perkamil, Kecamatan Pall dua yang menelan tiga korban yaitu Fany Poluan (50), Arni Lorens (43) dan Chelsea (7). 

Lalu Pall IV, Kecamatan Tikala, tepatnya di perumahan Aspol yang menelan korban jiwa 1 anggota Polri yaitu Aiptu Kifni Kawulur (48) yang merupakan anggota Polsek Tikala. 

Kemudian Malalayang tepatnya di Jalan Sea yang menelan 1 korban jiwa yaitu Meini Pondaag (52) dan 1 korban lagi yaitu Hasan (30) masih dalam pencarian. 

Pemerintah Kota Manado meminta warga untuk terus waspada karena hingga saat ini curah hujan masih terus mengguyur wilayah Kota Manado dan bagi warga kota Manado yang membutuhkan bantuan terkait keadaan darurat dapat menghubungi call center Basarnas Kota Manado 115 atau 0821-8712-3778.


Analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan analisa penyebab curah hujan yang terus menguyur wilayah Manado. 

Berdasarkan analisa BMKG pada 16 Januari 2021, Analisis streamline ketinggian 3000 feet pada tanggal 16 Januari 2021 jam 00 UTC menunjukkan bahwa terdapat pusat tekanan rendah (1003 hPa) di Australia bagian Utara. 

Adanya gangguan cuaca tersebut menyebabkan terbentuknya daerah belokan angin (shearline) dan konvergensi di sepanjang wilayah Laut Sulawesi bagian Utara. 

Fenomena sinoptik tersebut menyebabkan pertumbuhan awan konvektif sangat intens di seluruh wilayah Sulawesi Utara, sehingga mengakibatkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dalam durasi waktu yang lama.

Selain itu dari analisis BMKG tanggal 16 Januari 2021 jam 00 UTC, menunjukkan RH atau kelembapan untuk lapisan bawah (850 mb – 500 mb) angka > 90%. Hal tersebut menunjukkan udara di atas wilayah Sulawesi Utara relatif sangat lembab sehingga mendukung pembentukan awan hujan yang cukup signifikan di wilayah tersebut. (Fn)


Advertisement





 

Advertisement