Vaksin Nusantara dan Merah Putih Masih pada Tahap Uji Klinis Panjang - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Vaksin Nusantara dan Merah Putih Masih pada Tahap Uji Klinis Panjang

Uji klinis vaksin Nusantara dan Merah Putih (Foto: detik.com)


Sulut24.com, JAKARTA - Vaksin Nusantara dan Merah Putih belum dapat digunakan saat ini. Dua vaksin produk anak bangsa itu masih harus melalui uji klinis panjang secara bertahap.

Penegasan ini disampaikan juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi,

di Jakarta akhir pekan ini. Pasalnya, masih banyak tahapan sampai akhirnya emergency use of authorization (EUA) bisa diberikan.

"Iya pada prinsipnya kami Kementerian Kesehatan adalah pengguna daripada jenis-jenis vaksin yang sudah tentunya lolos uji klinis mulai dari tahap satu, dua, tiga," beber dr Siti.

"Tapi artinya menurut kami sih masih perjalanan cukup panjang untuk kemudian bisa digunakan dalam program (vaksinasi)," lanjutnya.

Meski begitu, Kemenkes mendukung penuh inovasi produk dalam negeri termasuk vaksin Corona lain seperti Vaksin Merah Putih. Nadia mengklaim, Indonesia sebenarnya sudah memiliki nama di dunia pada persoalan suplai vaksin COVID-19.

Ditambah lagi, kehadiran vaksin Nusantara dan vaksin Merah Putih, menurutnya memberikan potensi untuk catatan keberhasilan di dunia. 

"Kalau nanti ada vaksin merah putih, atau ada vaksin nusantara itu merupakan potensi-potensi dimana indonesia itu bisa mencatat keberhasilan di dunia terkait mungkin suplai-suplai vaksin tadi," pungkas Nadia.

Seperti diketahui, vaksin Nusantara sudah menyelesaikan uji klinis tahap I dengan melibatkan 30 relawan. Sementara vaksin Merah Putih, mencakup 7 kandidat vaksin yang dikembangkan oleh berbagai institusi riset, saat ini masih dalam tahap pengembangan untuk menghasilkan seed atau bibit vaksin.

Vaksin Merah Putih berada di bawah naungan konsorsium riset yang dibentuk Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

Dari 7 institusi pengembang vaksin Merah-Putih, 5 di antaranya berada di bawah perguruan tinggi yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair).

Dua pengembang vaksin Merah-Putih lainnya adalah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).(*/ag)