Kuria Keuskupan Agung Makassar Minta Umat Tenang Dan Waspada - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Kuria Keuskupan Agung Makassar Minta Umat Tenang Dan Waspada

Perwakilan KAMS saat menyampaikan keterangan pers. (Gambar via Komsos KAMS/ Youtube.com)

Sulut24.com, MAKASAR - Kuria Keuskupan Agung Makassar (KAMS) memberikan pernyataan resmi atas kejadian dugaan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan. 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan KAMS dan dipublikasikan melalui akun youtube resmi Komsos KAMS, Minggu (28/3/2021). 

“Kita semua prihatin atas kejadian bom bunuh diri yang terjadi pada pagi tadi pukul 10.26 WITA lokasinya di pintu gerbang samping arah Jalan Kajaolalido, dekat pos satpam Gereja Katedral Makassar," tutur perwakilan KAMS. 

Menurutnya, umat yang mengalami luka-luka akibat ledakan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Sementara itu Uskup bersama para Pastor di Katedral dan Keuskupan saat ini dalam keadaan baik. 

“Bapak Uskup dan para Pastor di katedral dan keuskupan semua dalam keadaan baik-baik,” jelas Perwakilan KAMS. 

Perwakilan KAMS meminta seluruh Pastor dan Umat untuk tetap tenang dan waspada. 

“Diharapkan kepada seluruh pastor dan seluruh umat untuk tetap tenang, terus waspada dan mari kasus ini sepenuhnya kita percayakan kepada pihak keamanan. Mari kejadian ini kita terus bawa didalam doa kita,” ucapnya. 

Mengutip tayangan kanal youtube Harian Kompas, Kapolda Sulsel Irjen (Pol) Merdisyam menyebutkan berdasarkan identifikasi sementara, terdapat satu korban jiwa yaitu pelaku bom bunuh diri, lalu 9 korban luka-luka yang terdiri dari 5 orang petugas gereja dan 4 orang jemaat. 

“Satu Korban yang dipastikan sebagai pelaku Bom Bunuh diri tersebut, kemudian ada 9 masyarakat, 5 petugas gereja dan 4 jemaat yang saat sedang dalam perawatan,” jelas Kapolda.

 Irjen (Pol) Merdisyam menambahkan saat ini pihaknya bersama Densus 88 sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait kejadian tersebut. 

“Kita bersama densus 88 sedang melakukan oleh TKP dan mengumpulkan bukti-bukti yang ada,” kata Kapolda. (Fn)