Prodi PGSD FIP UNIMA Lakukan Evaluasi Lewat Tracer Study - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Prodi PGSD FIP UNIMA Lakukan Evaluasi Lewat Tracer Study

Ketua Tim Tracke Study PGSD FIP UNIMA, DR. Susan. N. H. Jacobus SPd. MPd (Foto: Ist)


Sulut24.com, TONDANO - Keberhasilan lulusan di dunia kerja menjadi salah satu kreteria penilaian Akreditasi perguruan tinggi. Ini bukti bahwa alumni menjadi komponen penting yang harus diperhatikan oleh seluruh perguruan tinggi, karena kemajuan kampus/almamater dapat dilihat dari alumninya.

Seperti halnya dilakukan program studi pendidikan guru sekolah dasar (Prodi PGSD) FIP UNIMA dimana pada Kamis (4/3/2021) pekan lalu telah melakukan tracer study atau survey alumni di Wilayah Kabupaten Bolaang Mangondouw Timur (Boltim)

Kehadiran sekaligus pertemuan tracer study atau tim survey alumni Prodi PGSD FIP UNIMA ini, di terimah langsung oleh Bupati Bolmong Timur yang diwakili Sekda DR. Ir. Sonny Warokah. PhD dan Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Boltim Yusril Damopolii bersama para kepala sekolah dasar se- Boltim.

Ketua Tim Tracke Study PGSD FIP UNIMA, DR. Susan. N. H. Jacobus SPd. MPd. mengatakan dalam Survey Alumni tersebut telah  dibagikan dua angket yakni angket fisik dan online.

"Jadi mereka  diminta untuk mengisi angket yang didalamnya  tentang kepuasan pengguna lulusan, mereka menilai semua lulusan PGSD FIP UNIMA, baik yang sudah bekerja sebagai guru honor maupun yang sudah ASN," ujar  DR. Susan N.H. Jacobus. SPd. MPd yang didampingi oleh Ketua Tim Akreditasi Dr.  Hetty J. Tumurang M.Pd, Sekretaris Tim Akreditasi Dr. Agnes Goni M.Pd serta Anggota Tim Tracer Study PGSD Katrina Siwi, MPd.

DR. Susan N. H. Jacobus. SPd. MPd menegaskan dalam tracer study/survey alumni tersebut, ada kriteria penilaiannya yakni mulai dari etika, keahlian pada bidang ilmu kompetensi utama pendidikan guru sekolah dasar,  penggunaan informasi dan teknologi , kemampuan berkomunikasi/berbahasa asing, hingga kerja tim.


"Dalam penilaian tersebut ada 4 kriteria yakni sangat Baik, Baik Cukup Baik dan Kurang Baik dan penilaian ini dari instansi masing - masing," ucap DR. Susan. N.H. Jacobus SPd. MPd, Dosen Muda yang memiliki segudang prestasi.

Dosen berparas cantik berdarah Porodisa ini mengatakan bukan hanya itu, alumni juga bisa menjadi jalan untuk mendapat jaringan kerja yang diharapkan dapat menciptakan kesan yang baik dilingkungan kerja sehingga memudahkan adik kelas untuk diterima di lingkungan kerja yang sama. 

"Ini sebagai bentuk dukungan dari Prodi PGSD FIP UNIMA, untuk menyukseskan “Kampus Merdeka” yang telah di programkan oleh Kemendikbud dan tracer study ini wajib dilakukan oleh kampus setiap tahunnya," tutur DR. Susan Jacobus.


Berikut 5 alasan Prodi PGSD FIP UNIMA perlu melakukan Tracer Study.

1. Tracer Study untuk Akreditasi Kampus

Salah satu aspek akreditasi adalah keberhasilan lulusan di dunia kerja. Akreditasi adalah pengakuan secara resmi yang diberikan badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga atau organisasi dalam melakukan kegiatan dengan kriteria penilaian tertentu. Hasil akreditasi biasanya dijadikan pedoman bagi instansi dalam penerimaan karyawan. Akreditasi sendiri sebagai upaya pemerintah untuk menjamin mutu alumni perguruan tinggi. Itulah mengapa akreditasi selalu dipersiapkan dengan baik. Oleh karena itu kampus butuh sistem Tracer Study untuk memantau keberhasilan lulusan di dunia kerja.

2. Mengetahui Outcome Pendidikan yang Dihasilkan oleh Perguruan Tinggi

Semua perguruan tinggi pasti menghasilkan outcome. Penting bagi perguruan tinggi untuk mengetahui outcome sehingga perguruan tinggi tahu kebermanfaatan alumni dalam perubahan kondisi sosial, ekonomi, kependudukan, dan lingkungan. Oleh karena itu, kampus perlu menyediakan sistem tracer study untuk menampung partisipasi alumni dalam pembangunan negeri sesuai dengan program studi yang diambil semasa kuliah.

3. Mengetahui Kontribusi Perguruan Tinggi terhadap Kompetensi yang ada di Dunia Kerja

Salah satu misi dari perguruan tinggi adalah menjadikan mahasiswanya berkompeten dalam prodi yang dipilihnya, untuk mengetahui seberapa berhasil alumninya tentu kampus perlu menyediakan sistem untuk mengukur konstribusi para alumni di dunia kerja. Nantinya para alumni dimudahkan untuk memberikan info tentang karir dan data domisili alumni, serta dapat menginfokan kontribusinya dalam dunia kerja. ini juga dapat dijadikan bahan evaluasi perguruan tinggi dalam memperbaiki kurikulum program studi.

4. Untuk Monitoring Lulusan Perguruan Tinggi Ketika Memasuki Dunia Kerja

Seperti yang kita tahu bahwa perguruan tinggi biasanya menjadi tempat berkumpul pelajar-pelajar di seluruh Indonesia. Jumlahnya yang ribuan akan terus bertambah setiap tahunnya. Setiap tahun pula, kampus akan meluluskan mahasiswanya hingga 4 periode wisuda. Lulusan perguruan tinggi akan menyebar baik secara geografis maupun instansi.

Untuk merancang strategi promosi dari segi geografis maupun instansi dari lulusan, dibutuhkan situs alumni yang memberikan kemudahan alumni untuk update kondisi terbarunya. Hal tersebut tentu akan memudahkan bagian humas kampus dalam menjaring mahasiswa baru pada daerah geografis lulusan maupun jaringan kerja pada instansi lulusan.

5. Sebagai Evaluasi Perguruan Tinggi

Evaluasi adalah keharusan bagi perguruan tinggi yang ingin meningkatkan mutu. Karena dengan evaluasi dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan terkait tingkat keberhasilan yang telah dicapai dan tindakan selanjutnya yang diperlukan.

Alumni yang telah tergabung dengan situs alumni dianjurkan untuk selalu mengirimkan info terkini lulusan. Selain pada peningkatan skill yang dibutuhkan industri dengan menambah mata kuliah tertentu, evaluasi juga bisa dijadikan bahan pengkajian permasalahan manajemen seperti alur pendaftaran mahasiswa baru yang lebih mudah sesuai kondisi geografis atau hal lain dari kolom sumbang saran alumni. (Joyke)