Rawan Bencana Alam, Wabup Minsel Studi Tiru ke Kabupaten Sigi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas


Advertisement

Rawan Bencana Alam, Wabup Minsel Studi Tiru ke Kabupaten Sigi

Wabup Minsel foto bersama Bupati Kabupaten Sigi Mohamad Irwan Lapatta, S.Sos, M.Si. (foto: Ist)

Sulut24.com, MINSEL - Wakil Bupati (Wabup) Minahasa Selatan (Minsel) Pdt. Petra Yani Rembang, M.Th, mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel, melakukan Studi Tiru Kesiapsiagaan Daerah Rawan Bencana Alam (gempa bumi dan potensi tsunami) di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Selasa (04/01/2022).

Kedatangan Wabup Petra Rembang diterima oleh Bupati Kabupaten Sigi Mohamad Irwan Lapatta, S.Sos, M.Si, didampingi Wabup Dr. Samuel Yansen Pongi, SE, M.Si, Asisten I Bidang Pemerintahan Andi Ilham, S.Sos, MM, dan Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Ir. H. Iskandar Nongtji, ST, MM.

Sebelum bertemu dengan pihak Pemkab Sigi, Wabup Petra Rembang telah diterima secara adat oleh dewan pemangku adat Suku Kulawi.

Hal tersebut bagian dari kearifan lokal daerah setempat, dan memiliki makna diterima bukan hanya sebagai tamu, melainkan bagian dari saudara. 

Berlokasi di Desa Matauwe, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Suku Kulawi merupakan suku yang berasal dari Provinsi Sulteng, tepatnya di Kabupaten Sigi yang masih masuk daerah Donggala. 

Wilayahnya meliputi Danau Kulawi, Danau Lindau, Dataran Gimpu, dan sekitar aliran Sungai Koro, yang telah dihuni oleh leluhur mereka sejak masa zaman prasejarah.

Suku ini merupakan suku yang termasuk suku minoritas di Provinsi Sulteng yang berkomunikasi menggunakan bahasa Momaa, dan sebagian besar menganut agama Kristen sejak tahun 1913 silam.

Menempuh perjalanan darat yang cukup jauh, Wabup Petra Rembang memilih Kabupaten Sigi dikarenakan merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulteng yang selama ini rawan bencana alam, mulai dari gempa bumi, tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung.

Pada September 2018, pernah terjadi bencana alam gempa bumi berkekuatan 7,4 magnitudo di Kabupaten Sigi.

Memasuki Tahun 2019, berbagai bencana alam banjir bandang dan tanah longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi.

Wabup Minsel diterima secara adat oleh dewan pemangku adat Suku Kulawi. (foto: Ist)

Kabupaten Sigi berbatasan langsung dengan Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng dan Kabupaten Donggala, yang selama ini memang terkenal rawan bencana alam.

Pemkab Minsel memilih Kabupaten Sigi sebagai lokasi Studi Tiru, karena Sigi merupakan salah satu daerah di Provinsi Sulteng yang selama ini rawan bencana alam. 

"Kami perlu belajar dari Pemkab Sigi bagaimana caranya mereka menangani berbagai peristiwa bencana alam selama ini," ungkap Wabup Petra Rembang, usai melakukan Studi Tiru di Kabupaten Sigi. (Simon)