Pemkot Bitung Gelar Rakor Penanganan Bencana - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Pemkot Bitung Gelar Rakor Penanganan Bencana



Peserta rakor penguatan penanganan bencana daerah.

Sulut24.com – Bitung, Pemerintah Kota Bitung menggelar rapat koordinasi penguatan penanganan bencana daerah di kantor Walikota Bitung, Senin (30/9/2019).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Give Mose, Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban  menyampaikan bahwa bahwa dalam upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan penanggulangan bencana, semua pihak harus memperhatikan pengintegrasian penanggulangan bencana sebagai prioritas dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah dan menjabarkannya ke dalam rencana strategis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan organisasi perangkat daerah terkait.

“Rakor ini kiranya dapat memberikan input dalam rangka harmonisasi peraturan perundang-undangan yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi penanggulangan bencana di daerah,” ucap Mose mewakil Walikota.

Walikota melalui staf ahli Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik menambahkan, penyelenggaraan penanggulangan bencana harus juga memperhatikan dukungan anggaran yang memadai dan secara cepat, tepat dan bertanggung jawab. “Tentu sebagaimana yang diatur oleh Kementerian Keuangan dan pelaporan keuangan secara akuntabel sesuai dengan standar akuntansi pemerintah,” tuturnya

Untuk itu Walikota mengajak kepada semua pihak agar menjadikan rakor tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas data informasi dan pelaporan kejadian bencana melalui optimalisasi pemanfaatan pusat pengendalian operasi (Pusdalops) dan peralatan teknologi informasi komunikasi.

“Dengan adanya rakor ini, kita akan memiliki acuan untuk menetapkan regulasi dan melaksanakan pengurangan risiko bencana melalui peraturan daerah yang tentu tetap membuka peluang seluas-luasnya bagi keterlibatan swasta dan masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana,” ucap Mose.

Pada kesempatan tersebut ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Bitung Steven Sumolang juga menyampaikan hal-hal terkait penanggulangan bencana, diantaranya harus adanya pencegahan sedini mungkin agar potensi bencana dapat diminimalisir.

Lanjutnya, saat ini sosialisasi sampai ke tingkat bawah terkait dampak bencana khususnya kebakaran, dianggap masih belum maksimal. “Kedepannya sosialisasi terkait dampak kebakaran lahan perlu disampaikan, terutama bagi warga di sekitar hutan lindung,” tutur Sumolang.

Rapat koordinasi tersebut menghasilkan poin-poin kesepakatan yaitu koordinasi antara pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota dalam penanggulangan bencana harus terjalin dengan baik agar kegiatan pencegahan, penanganan darurat maupun rehabilitasi dan rekontruksi dapat dilaksanakan secarah terarah, tepat dan cepat.

Poin selanjutnya adalah penanggulangan bencana merupakan tugas bersama pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dengan melibatkan TNI, Polri dan seluruh unsur.  Masyarakat juga harus siap memaksimalkanperan masing-masing secara optimal dalam mempercepat penanganan bencana secara menyeluruh.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut Kepala Bagian Kerawanan Sosial, Dampak Bencana, Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial Biro Kesra Setda Provinsi Sulut Piter J Toad, Dandim 1310/Bitung yang diwakili Kasdim 1310/Bitung Mayor Inf. Vino Onibala, Danramil 1310-01/Bitung Lettu Inf Jullen T Kasihaeng, Kabag Ops Polres Bitung Kompol Marganda Aritonang, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bitung Drs. Robert R Wongkar, Tagana Kota Tomohon Jefri Lontoh, Perwakilan Dinas Perhubungan Kota Bitung Robert P Koraag, Kadis Kesehatan Kota Bitung Steven Suluh, jajaran ASN Pemkot Bitung, SKPD dan Tamu undangan lainnya. 

Penulis : FN 
Editor : Redaksi Sulut24