Olly Dondokambey Letakan Batu Pertama Perluasan Bandara Sam Ratulangi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Olly Dondokambey Letakan Batu Pertama Perluasan Bandara Sam Ratulangi

Gubernur Sulawesi Utara melaksanakan Groundbreaking atau meletakan batu pertama proyek perluasa Terminal Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (9/3).



Sulut24.com - Manado, Gubernur Sulawesi Utara melaksanakan Groundbreaking atau meletakan batu pertama proyek perluasa Terminal Bandara Sam Ratulangi Manado, Senin (9/3).

Dalam kesempatannya Gubernur Sulawesi Utara mengungkapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan PT Angkasa Pura I (Persero) yang akan memperluas terminal Bandara Sam Ratulangi Manado.

"Hari ini adalah yang disampaikan secara langsung pak Presiden pada saat berkunjung ke Sulut, dan ini menjadi harapan besar bagi seluruh rakyat Sulut karena kita tahu persis bahwa secara yang ada di bibir Pasifik di ujung utara negara kesatuan Republik Indonesia kita sangat mengharapkan bandara ini menjadi yang paling baik," jelas Olly.

Lebih jauh Gubernur Sulawesi Utara menjelaskan bahwa Pemerintah pusat begitu antusias mendorong pembangunan didaerah juga melihat bahwa keseriusan pemerintah di Sulawesi Utara, Kabupaten/Kota dalam menunjang program-program investasi pariwisata industri di Provinsi Sulawesi Utara.



Dikesempatan yang sama Direktur Teknik Angkasa Pura I Lukman Laisa menyampaikan bahwa Bandara Sam Ratulangi adalah salah satu bandara potensial dan terus dikembangkan seiring dengan perkembangan daerah khususnya dalam bidang pariwisata.

“Perluasan terminal ini akan meningkatkan kapasitas Terminal dari 2,7 juta penumpang menjadi 5,7 juta penumpang atau naik dua kali lipat, bandara ini juga nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas modern, mulai dari fixed Bridge yang semula 3 unit menjadi 5 unit, dari 30 unit menjadi 45 unit area parkir yang semula hanya menampung 350 kendaraan menjadi 650 kendaraan untuk roda empat dan untuk roda dua menjadi 760 unit” ungkapnya.

Perluasan terminal Bandara Sam Ratulangi Manado ini dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan biaya sekitar Rp 477 miliar.

(RA)