Ketua Alumni PGSD UNIMA Talaud Desak Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Dosen Dibuka Transparan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Ketua Alumni PGSD UNIMA Talaud Desak Dugaan Kekerasan Seksual oleh Oknum Dosen Dibuka Transparan

Johanis Hermanto Riung (Foto: ist)

Johanis Hermanto Riung minta UNIMA dan aparat hukum mengusut tuntas dugaan pelanggaran akademik dan kekerasan seksual demi perlindungan mahasiswa.

Sulut24.com, TALAUD - Ketua Alumni PGSD FIP Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Talaud, Johanis Hermanto Riung, mendesak agar kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan oknum dosen di lingkungan UNIMA dibuka secara transparan dan diselidiki secara menyeluruh oleh aparat penegak hukum.

Johanis mengatakan dugaan kekerasan seksual tersebut diduga melibatkan oknum dosen berinisial DM terhadap seorang mahasiswi berinisial AMM, dengan modus lama yang berkaitan dengan perbaikan nilai akademik. Ia menilai penanganan kasus tidak boleh berhenti pada satu pihak saja.

“Kasus ini harus dibuka secara terang benderang. Kampus harus menjadi ruang aman bagi mahasiswa, bukan tempat tekanan dalam proses pendidikan,” kata Johanis, Senin (5/1).

Menurut alumnus UNIMA tahun 2013 itu, dugaan pelanggaran tersebut berpotensi bersifat terstruktur, sistematis, dan masif. 

Ia meminta aparat penegak hukum turut menyelidiki peran dosen lain yang sempat menjadi tempat konsultasi korban, baik secara lisan maupun tertulis, namun dinilai tidak memberikan perlindungan memadai.

Johanis, yang juga pernah menjabat Ketua Kerukunan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Talaud di Tomohon selama dua periode, menilai tanggung jawab moral dan institusional kampus menjadi krusial dalam kasus ini.

Ia secara khusus meminta Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNIMA membuka informasi kasus kepada publik serta membentuk posko pengaduan resmi bagi mahasiswa. 

“FIP adalah tempat mencetak calon pendidik. Kasus seperti ini tidak boleh ditutup-tutupi,” ujarnya.

Ia juga mendorong pihak universitas menyediakan mekanisme pengaduan langsung yang mudah diakses mahasiswa hingga tingkat dekanat dan rektorat, sebagai penguatan dari peran dosen pembimbing akademik.

Selain itu, Johanis mengajak mahasiswa asal Talaud yang menempuh pendidikan di FIP UNIMA untuk aktif berorganisasi sebagai wadah penyampaian persoalan dan pencarian solusi secara kolektif. (ep)