Mentan Harapkan Ekspor Pertanian Sulut Lebih Berjaya Ditengah Pandemi Covid-19 - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

 

Advertisement



Mentan Harapkan Ekspor Pertanian Sulut Lebih Berjaya Ditengah Pandemi Covid-19


Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo dan Anggota DPR RI, Felly Estelita Runtuwene beserta pejabat lainnya saat meninjau komuditas pertanian Sulawesi Utara.

Sulut24.com - Manado, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Dr. Syahrul Yasin Limpo melaksanakan kunjungan kerja di Provinsi Sulawesi Utara pada Selasa (21/4/2020).

Setibanya di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Mentan yang didampingi oleh Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Dr. Sarwo Edhy, Ditjen Perkebunan Dr. Ir. Kasdi Subagyono serta para pejabat lainnya langsung menuju ke Kantor Balai Karantian Pertanian Kelas I Manado untuk melaksanakan agenda pertama di kantor tersebut.

Usai melaksanakan agenda di kantor Balai Karantian Pertanian Kelas I Manado, rombongan mentan kemudian melanjutkan agenda yang sudah terjadwal, diantaranya adalah melepas ekspor 12.192 ton komoditas pertanian ke 11 negara di kantor CV. Indospice Manado.

Pada kegiatan pelepasan ekspor tersebut mentan yang juga didampingi oleh Anggota DPR RI, Felly Estelita Runtuwene mengatakan bahwa pertanian bisa membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan ditengah wabah Covid-19

"Saya sampaikan rasa haru dan bangga karena di saat Covid-19 seperti ini, kita buktikan bahwa pertanian itu tidak boleh berhenti. Dengan cara ini kita menghadapi tantangan Covid-19 itu," ucapnya.

Mentan menuturkan, ekspor komoditas pertanian disaat pandemi Covid-19 (virus corona) harus bisa lebih berjaya dibandingkan sebelum Covid.

Untuk itu Syahrul pun meminta para produsen hulu dan eksportir untuk terus meningkatkan kerjasama agar dapat meningkatkan hasil produksi.

Menurutnya sektor perkebunan saat ini menjadi andalan ekspor pertanian, sehingga cakupan ekspornya harus terus diperluas.

"Dalam mendorong ekspor, Kementerian Pertanian juga melakukan terobosan yakni mulai dari pemanfaatan teknologi di hilir, efisiensi biaya produksi dan daya saing melalui modernisasi. Selain itu diplomasi untuk menembus ragam dan pasar baru serta penguatan sistem perkarantinaan yang didorong kearah digitalisasi," ucapnya.

Diketahui pada kesempatan tersebut Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo bersama Anggota DPR RI, Felly Estelita Runtuwene melepas ekspor komoditas di Sulawesi Utara seperti pala dan rempah-rempah ke negara Belanda dan beberapa negara lainnya.
(Fn)


Advertisement





 

Advertisement