Rindu Pulkam, Taati Protokol Kesehatan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Rindu Pulkam, Taati Protokol Kesehatan


Ketua tim perawatan Kapten Fitdy Eka

Sulut24.com - Jakarta, Dari Wisma Atlet Rumah sakit Darurat Covid 19 Ketua tim perawatan Kapten Fitdy Eka mengungkapkan rasa rindu untuk pulang yang sebagian besar dialami oleh para perawat, dokter dan tenaga medis lainnya selama menjadi garda terdepan dalam penanganan COVID-19, untuk ini ia meminta agar masyarakat secara disiplin menaati protokol kesehatan agar wabah segera berakhir.

“Rekan-rekan kami juga ingin pulang ketemu keluarga, anak istri, orang tua. Pergerakan kami dibatasi, kami menyesuaikan. Anda agar tetap di rumah, kami bekerja biar kita putuskan rantai penularan COVID-19,” kata Kapt Fitdy Eka saat  membagikan kisahnya di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, beberapa waktu lalu Senin (27/4/2020).

Dikatakannya bagi tenaga kesehatan (nakes) yang mengurusi pasien COVID-19 seperti dokter, perawat, analis dan tenaga kesehatan (nakes) lainnya memiliki prosedur pembatasan interaksi langsung dengan keluarga untuk alasan mengurangi risiko penularan.

Selain itu para nakes diwajibkan tetap tinggal di dekat area perawatan pasien COVID-19 selama beberapa pekan terakhir sehingga interaksi dengan keluarga dan kerabat dilakukan dengan panggilan video/video call melalui gawai.

“Baik dokter, perawat, analis dan nakes lainnya semua memiliki rasa kangen, rindu keluarga, berkumpul, bersenda gurau langsung,” ungkapnya.

Dalam bertugas, Fitdy mengatakan harus bisa mengatasi rasa bosan di tengah tugas harus mengenakan alat pengaman diri (APD) lengkap selama delapan jam tanpa makan, minum dan buang air. Terdapat tiga tim nakes yang bekerja selama 24 jam terbagi masing-masing delapan jam untuk tiga shift.

Pada tahap itu, menurutnya, para nakes berupaya mengatur sedemikian rupa agar pelaksanaan merawat pasien COVID-19 tetap berjalan baik sehingga pasien COVID-19 dapat sembuh dan corona tidak menginfeksi petugas.

Dengan suka duka nakes COVID-19 itu, sebagai Garda terdepan Fitdy mengajak masyarakat turut berupaya memutus rantai penularan COVID-19 sehingga tidak ada lonjakan drastis dari penderita. Jika jumlah penderita COVID-19 melebihi kapasitas fasilitas kesehatan maka akan semakin banyak yang tidak tertolong.

Khususnya Di bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri, dimintanya masyarakat juga agar tidak mudik terlebih dahulu guna mencegah penularan COVID-19.

“Anda tidak ingin mudik membawa penyakit kan? Tidak usah mudik untuk memutus mata rantai COVID-19 jangan terus berlangsung. Pakai masker jika harus keluar, cuci tangan pakai sabun selama 20 detik, jaga jarak interaksi tempat umum 1-2 meter, belajar/bekerja di rumah, belanja kalau bisa lakasanakan online,” katanya.

“Dengan begitu, hehingga hal-hal terkait memutus mata rantai COVID-19 bisa lebih maksimal. Pandemi bisa diakhiri, ingat kita rindu tradisi mudik saat masa pembatasan ini,” pungkas dia. (tim-red)

Sumber (Agus Wibowo)
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.