Pendeta, Gembala dan Ustad Doakan MJL - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Pendeta, Gembala dan Ustad Doakan MJL

 Maximilian J Lomban, SE. M.Si (MJL)
(Istimewa)
Sulut24.com - Bitung, Rasa simpati dan apresiasi ikut disampaikan sejumlah tokoh agama di kota Bitung atas semangat pengabdian kepada warga yang ditunjukan Walikota Bitung Maximilian J Lomban, SE. M.Si (MJL) dan Ketua Tim Penggerak PKK Dra Khouni Lomban Rawung dalam masa pandemi Covid 19 yang menghantam dunia, termasuk kota Bitung. Bagi kaum rohaniawan, MJL adalah sosok seorang pekerja keras, energik dan tidak pernah membatasi diri dengan warga kota Bitung dalam masa pandemi Covid-19.

“Jujur saya harus mengatakan, MJL adalah sosok pemimpin yang layak dijadikan teladan. Semangat kerjanya saya apresiasi. Tidak memandang waktu dan tempat, MJL selalu hadir untuk warga kota Bitung termasuk dalam masa pandemi virus C-19,” ucap Pdt. Aser Essau, M.Th, Ketua BPMW Bitung. 

Bagi tokoh Nusa Utara di BPMS GMIM ini, dalam menjalankan pengabdiannya kepada warga kota Bitung, dirinya percaya bahwa Tuhan Allah tetap menuntun MJL bersama keluarga. “Saya berdoa, Tuhan Allah tetap melidungi MJL bersama Ibu, apalagi hasil rapid test menunjukan non reaktif atau negatif,” harap Essau yang juga mantan Ketua BPMW Mawakom di Manado.

Harapan dan doa yang sama juga disampaikan Ustad Abdul Tahir. Tokoh muslim di kota Bitung ini mengatakan, sudah menjadi konsekweksi pekerjaan sebagai seorang Walikota dan pemimpin umat untuk berhadapan dengan resiko pekerjaan termasuk ancaman virus covid 19. Namun, dirinya bangga dan salut terhadap MJL yang tetap menunjukan semangat dan dedikasinya sebagai seorang pemimpin. “Saya percaya, pak Wali tetap sehat dan kuat,” harap Ustad Abdul.

Rasa haru juga ikut disampaikan Gembala GPDI Elim Aertembaga Gbl. Novie Manaroinsong. “Puji Tuhan, torang pe pak Wali (Maksudnya, MJL) dalam keadaan yang diberkati Tuhan. Saya selalu mendoakan pak Wali dan keluarga untuk tetap sehat dan diberkati, apalagi memberi diri kepada bangsa dan negara dalam masa pandemi Covid 19,” kata Gembala Novie. 

Menurut Gembala, sulit kita menemukan sosok pemimpin seperti yang ditunjukan MJL saat ini. Ketika pemimpin lain ikut membatasi tatap muka dengan warganya karena takut terpapar dengan C-19, namun, sosok MJL sebaliknya justru langsung menemui warga dilapangan. 

“Sebagai pemimpin gereja, kita butuh pemimpin seperti ini (maksudnya MJL) yang tidak pernah menciptakan jarak dengan warga. Pemimpin yang peduli dengan jemaatnya, serta pemimpin yang tetap menunjukan kesederhanaa-nya ditengah-tengah kesulitan ekonomi yang melanda warganya,” ujar Gembala Novie menutup pembicaraan.
(Rdy)