Proyeksi Ekonomi Kuartal III Negatif, Indonesia Dipastikan Masuk Jurang Resesi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Proyeksi Ekonomi Kuartal III Negatif, Indonesia Dipastikan Masuk Jurang Resesi

 

(Ilustrasi Grafik ekonomi (Shutterstock) via economy.okezone.com)

Sulut24.com - Jakarta, Indonesia dipastikan akan mengikuti jejak beberapa negara yang telah mengalami resesi ekonomi diantaranya  Singapura dan Filipina. 

Menteri Keuangan Sri Mulyani pada konferensi pers APBN 2020, Selasa (22/9/2020) menuturkan pada kuartal III, ekonomi Indonesia dipastikan kembali tumbuh negatif. 

Lebih rinci Sri Mulyani menjelaskan berdasarkan proyeksi Kementrian Keuangan per September 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif 1,7% sampai -0,6%. 

Selain Kementrian Keuangan, OECD juga memproyeksi ekonomi Indonesia pada kuartal III akan tumbuh negatif 2,3%, lalu ADB memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia negatif 1,0%, Bloomberg memproyeksi pertumbuhan Indonesia negatif 1,0%, sedangkan IMF memproyeksi ekonomi Indonesia tumbuh negatif 0,3% dan hanya Bank Dunia yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 0,0%. 

"Ini artinya negatif teritori akan terjadi di kuartal III dan mungkin juga masih akan berlangsung untuk kuartal IV yang kita upayakan untuk bisa mendekati nol atau positif," jelas Menteri Keuangan. 

Lebih rinci Sri Mulyani menjelaskan outlook pada kuartal III-2020: 

Konsumsi RT dan LNPRT negatif 3,0% sampai -1,5%

Konsumsi Pemerintah Positif 9,8% sampai 17,0%

Investasi negatif 8,5% sampai -6,6% 

Ekspor negatif 13,9%  sampai -8,7%

Impor negatif 26,8% sampai -16,0% 

"Untuk keseluruhan tahun 2020 proyeksi kami di Kementrian Keuangan adalah antara negatif 1,7% hingga negatif 0,6%," jelas Menteri Keuangan. 

(Fn)