SSK Siapkan Rp 1 Juta For Lansia - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

SSK Siapkan Rp 1 Juta For Lansia

 

 Calon Walikota Manado Ir. Sonya Silfiana Kembuan (SSK). Istimewa

Sulut24.com - Manado, Program menarik ikut disampaikan Calon Walikota Manado Ir. Sonya Silfiana Kembuan (SSK) dalam mencermati perlunya perhatian Pemerintah Kota Manado terhadap kurang lebih 35 ribu penduduk usia lanjut di Kota Manado.

Belajar dari pengalaman di beberapa negara maju di dunia, top manajemen salah satu perusahaan tambang ternama di Indonesia ini menegaskan, dana bagi penduduk usia lanjut sebaiknya ditetapkan sebesar Rp. 1.000.000 (Satu Juta) per bulan.

Menurut SSK, agar tidak membebani APBD kota Manado tahunan maka sumber pembiayaan penduduk usia lanjut di kota Manado sebaiknya bersumber dari dana CSR (Corparete Sosial Responbility) sejumlah BUMN seperti sektor perbankan, BUMD,  maupun sejumlah perusahaan-perusahaan skala besar di kota Manado. 

“Selama ini tidak muncul ke publik, kemana aliran dana CSR dari sejumlah perusahaan yang dimaksud. Selain ketentuan peraturan dan perudangannya jelas, sasaran dana CSR memang untuk kegiatan sosial kemasyarakatan,” tutur SSK seraya mencotohkan Vietnam, termasuk salah satu negara di Asia yang sukses menerapkan pola pola pembiayan sosial seperti ini.

Lanjut SSK, jika pemanfaatan dana CSR dilakukan tetap sasaran, maka, dirinya optimis, dana usia lanjut dipastikan tiap bulan akan mengalami kenaikan dan tidak hanya bertender pada angka Rp. 500.000 per bulan. 

“Ini masuk salah satu prioritas program kami, jika dipercayakan warga kota Manado dalam pemungutan suara yang akan dilaksanakan 09 Desember mendatang. Untuk tahun pertama, saya pastikan dana lansia sebesar Rp 1 juta perbulan,” janji SSK saat melakukan tatap muka dengan sejumlah Penatua dan Syamas dari sejumlah jemaat GMIM di rayon Manado baru-baru ini.

Mantan karyawan salah satu perusahaan otomatif di Ibukota Jakarta ini juga ikut mempertanyakan jumlah penduduk usia lanjut di kota Manado yang sudah menembus angka 35-40 ribu orang. 

"2 tahun lalu saja, jumlah penduduk usia lanjut di kota Manado baru mencapai belasan ribu. Luar biasa kenaikannya tiap tahun seandainya sudah menembus angka 35-40 ribu orang,” kata SSK. 

Jika dirinya bersama calon wakil walikota Manado Syarifudin Saafa, ST mendapat amanah untuk memimpin kota Manado, maka pihaknya akan melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak termasuk pihak perbankan, agar data base soal penduduk lanjut usia di kota Manado akurat dan akuntability. 

"Supaya tidak ada lagi penduduk usia lanjut yang harus berjam-jam antri di bank, hanya untuk menerima dana tersebut. Cukup di rumah saja, maka oma dan opa sudah bisa menikmati dana tersebut," jelas SSK sambil menceritakan sudah banyak negara berkembang di dunia yang menerapkan pola tersebut.

Tidak hanya melakukan tatap muka dengan Penatua dan Syamas di lingkungan GMIM, momentum yang sama juga, SSK menerima dukungan politik dari sejumlah tokoh Nusa Utara di Kota Manado, yang merasa tertarik dengan konsep pemberdayaan masyarakat Nusa Utara dari SSK-SS. 

"Misi dan visinya untuk membangun kota Manado sangat jelas dan menyentuh kebutuhan publik. Kita butuh SSK-SS dalam merubah tatanan kota Manado (budaya, investasi bahkan SDM) yang selama 10 tahun terakhir dinilai belum maksimal,” ucap Drs. Salmon Bawole Jacobus, salah satu tokoh masyarakat Nusa Utara yang berdomisili di Kelurahan Banjer.

(TS, Tim-red)