Dirno: Jangan Terjebak di Maraknya Baliho dan Bendera Parpol - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Dirno: Jangan Terjebak di Maraknya Baliho dan Bendera Parpol

 Dirno Kagho, S.Sos.M.Si (Foto: Ist)

“Bendera & Baliho Tidak Menaikan Elektabilitas”

Sulut24.com - Manado, Trend pemasangan bendera partai dan baliho di sejumlah sudut-sudut kota ternyata tidak menjadi jaminan bagi paslon untuk mampu memikat simpati pemilih jelang pencoblosan yang akan dilaksanakan 09 Desember 2020 mendatang.

Pemasangan baliho dan bendera partai yang terlalu dominan, justru membuat paslon (pasangan calon) akan kesulitan dalam mengukur kekuatan rill politik di teritorial tersebut.

Pemerhati sosial kemasyaratan Dirno Kagho, S.Sos.M.Si dalam sebuah diskusi mengatakan, pemasangan bendera partai dan baliho yang berlebihan hanya sebatas membangun pencitraan calon namun tidak mampu membentuk sikap pemilih. 

“Jangankan membentuk sikap pemilih, pemasangan bendera parpol dan baliho yang berlebihan tidak akan mampu menaikan tingkat elektabilitas calon kepala daerah maupun calon wakil kepala daerah,” ujar staf pengajar di salah satu PTS di Manado ini.

Contoh kasus menurut Dirno, produk pemilu legislatif tahun 2019 lalu. “Ada banyak caleg yang justru kecewa dengan hasil perolehan suaranya yang jeblok bahkan tidak bisa meraih tiket DPRD, padahal, hampir semua sudut-sudut perkotaan terpampang baliho pribadi dan bendera parpol yang mengusungnya,” beber Kagho yang juga Direktur Compaq Observasion ini.

Untuk itu, sebagai proses edukasi politik kepada masyarakat pemilih, dirinya mengingatkan agar pemilih tidak terjebak dengan dominannya bendera parpol dan baliho yang ada di suatu teritorial. 

“Yang perlu dilakukan oleh paslon semestinya adalah bagaimana menaikan elektabilitas dimasing-masing wilayah dengan cara dan pola menyampaikan misi dan visi ataupun dengan melakukan blusukan politik langsung kepada pemilih. 

“Jangan dianggap remeh paslon yang justru tidak menampilkan bendera dan balihonya, tapi justru jaringannya terbentuk dengan rapih dan terukur di teritorial tersebut. Ini justru kondisi politik yang paling ditakutkan dan wajib diantisipasi oleh paslon,” jelas jebolan pasca sarjana Unsrat Manado ini.

Sementara, Sekretaris DPD Nasdem Sulut DR. Viktor Mailangkay mengatakan, indikator kemenangan paslon di kota Manado tidak hanya tergantung pada mesin partai politik. Namun, semua komunitas strategis seperti relawan, fans club maupun organisasi pendukung pendukung lainnya bisa menjadi penentu kemenangan pilwako. 

“Untuk Manado, Nasdem ikut menggairahkan semua mesin-mesin politik yang diharapkan mampu mendulang suara untuk paslon PAHAM. Catat, Nasdem akan all out untuk memenangkan paslon PAHAM dalam pilkada 9 Desember 2020 mendatang,” janji Mailangkay yang juga wakil ketua DPRD Sulut ini. (*tim)