Kasus Aktif Covid Sulut Kembali Naik di Angka 783 - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Kasus Aktif Covid Sulut Kembali Naik di Angka 783

Ilustrasi (Foto via istockphoto)

Sulut24.com - Manado, Kasus aktif Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara kembali mengalami kenaikan.

Berdasarkan pantauan dari siaran pers yang dirilis oleh satgas Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara, pada akhir Oktober tepatnya tanggal 31, kasus aktif masih pada posisi 11,78% dari total kasus yang telah terkonfirmasi yaitu 5.407 kasus. 

Pada awal bulan November kasus aktif sempat mengalami penurunan diangka 11,49% lalu pada 11 November kembali naik menjadi 12,39% pada 13 November, lalu naik lagi pada 14 November menjadi 13% dan kembali naik pada hari ini Minggu (15/11/2020) menjadi 13,13% dengan total kasus aktif sebanyak 783 kasus dan total pasien yang telah terkonfirmasi positif yaitu sebanyak 5.960 orang.

Untuk kasus aktif sendiri hari ini kembali mengalami penambahan 77 kasus yang kembali didominasi oleh Kota Manado dengan 33 kasus, disusul Kota Tomohon dan Minahasa Utara dengan 10 kasus, lalu Kabupaten Minahasa 8 kasus, Kota Bitung 5 kasus, luar wilayah 3 kasus dan Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Kota Kotamobagu masing-masing 2 kasus lalu Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Bolaang Mongondow dengan 1 kasus baru. 

Untuk kasus yang telah dinyatakan sembuh, hari ini juga mengalami panambahan 32 orang sehingga total pasien yang telah dinyatakan sembuh mencapai 4.950 orang. 

Sedangkan kasus yang dinyatakan meninggal dunia saat ini sudah ada 227 kasus. 

Kemungkinan Libur Diperpendek Atau Ditiadakan 

Seiring dengan terus meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut bahwa ada kemungkinan libur Natal dan Akhir Tahun diperpendek atau ditiadakan. 

Hal tersebut disampaikannya saat jumpa pers dari Wisma Atlet, Jakarta Minggu (15/11/2020). 

Dikutip dari suara.com Doni Monardo mengatakan bahwa pihak Satgas akan mengikuti perkembangan sampai satu minggu kedepan.

 "Apakah dampak dari libur panjang ini signifikan terjadinya kasus, atau karena memang sudah semakin baik masyarakat menerapkan liburan kemarin, liburan aman dan nyaman tanpa kerumunan," tuturnya. 

Ia lalu menambahkan, jika nantinya kasus terus mengalami peningkatan seperti pada bulan Agustus dan September maka Satgas akan merekomendasikan libur panjang diperpendek atau ditiadakan. (Fn)