Ketika GSVL Curhat Ke Lansia, THL dan Warga Kota - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Ketika GSVL Curhat Ke Lansia, THL dan Warga Kota

Sulut24.com - Manado, Hampir dua periode diberikan amanat oleh warga kota Manado untuk memimpin ibukota provinsi Sulut ini, rasanya hampir tidak cukup bagi pemilik nama lengkap DR. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, S.H, M.Si untuk melakukan kerja nyata bagi kota dengan jumlah penduduk yang mencapai 435.500 jiwa tersebut.

Meskipun niat baiknya untuk mensejahterahkan warga kota dihadang oleh kepentingan politik jelang pilkada lewat penolakan pembahasan APBD-P tahun 2020, namun bagi GSVL (sapaan keren Lumentut) tidak ada kata mustahil untuk berbuat yang terbaik bagi rakyat.

Tak heran, sebelum melaksanakan cuti kampanye karena terdaftar sebagai salah satu peserta di pilwako Manado tahun 2020, Lumentut sempat menitip-kan pesan kepada wakil walikota saat itu (Mor Bastian,red) untuk sama-sama mengawal pembahasan APBD-P tahun 2020 yang didalamnya terdapat belanja publik prioritas seperti belanja THL, belanja Lansia dan belanja runtinitas lainnya.

“Saya sempat minta ke wakil walikota saat itu untuk sama-sama mengawal pembahasan APBD-P tahun 2020 karena didalamnya terdapat kebutuhan mendasar warga kota diantaranya, dana lansia dan belanja THL. Sayangnya, niat baik saya justru berbanding terbalik dilapangan. Teman-teman saya di DPRD justru rame-rame menolak pembahasan APBD-P tahun 2020,” curhat GSVL dalam sebuah diskusi kemarin.

Sesuai ketentuan semestinya lanjut GSVL, pihak pemkot Manado belum terlambat mengajukan permohonan pembahasan APBD-P tahun 2020.

Alasannya, pembahasan APBD-P tahun 2020 wajib menunggu rekomendasi dari pemprov Sulut sebelum diajukan ke DPRD kota Manado. Hanya saja, niat baik GSVL saat itu, tetap saja dipandang sebelah mata oleh DPRD kota Manado.

“Pada intinya, teman-teman di DPRD Manado tetap pada pendiriannya bahwa jadwal pembahasan APBD-P 2020 sudah terlambat,” jelas Lumentut.

Hanya saja, demi sebuah komitmen moral yang sudah disampaikan ke publik termasuk kepada 42 ribu calon penerima dana lansia di kota Manado, petugas kebersihan, THL Satuan Pol PP, THL Guru SD dan SMP maka dirinya tidak kehabisan akal.

Melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan karena pertimbangan pandemi covid 19, pihaknya diperkenankan untuk membayar dana lansia maupun THL non tenaga administrasi di tahun 2020.

“Saya akan bayar secepatnya. Tolong sampaikan kepada orang tua kita (lansia,red) bahwa, dana lansia akan segera saya bayar. Tolong juga sampaikan kepada saudara-saudara kita petugas kebersihan maupun THL guru bahwa hak mereka akan segera dibayar,” janji Lumentut yang sesekali mengusap keringat di dahinya.

Lanjut GSVL, jika hak petugas kebersihan tidak dibayarkan, maka secara otomatis akan berdampak buruk terhadap wajah kota Manado, yang sejak lama mendapat pengakuan para tamu dari luar kota karena kebersihan dan keindahannya.

“Coba jo ngana bayangkan kalau itu petugas sampah nyanda mo angka itu sampah, mo jadi apa torang pe kota ini,” jelas GSVL dengan dialeg Manadonya yang sangat kental.

Hanya saja, dirinya merasa risau ketika banyaknya penumpang-penumpang gelap yang mengklaim diri bahwa, ikut berperan dengan pencairan dana lansia maupun THL kali ini.

“Dorang justru yang menolak pembahasan APBD-P tahun 2020, kong mo klaim yang membantu depe pencairan. Astaga nyanda so salah ini,” beber Lumentut keheranan seraya menutup diskusi kemarin. (*jdl)