Sambangi Pulau Terluar, Pangellu Sebut Sistem E-Rekap Perlu Dipertimbangkan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Sambangi Pulau Terluar, Pangellu Sebut Sistem E-Rekap Perlu Dipertimbangkan

Komisioner Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu saat memberikan sambutan (Foto: Humas Bawaslu Sulut)

Sulut24.com - Talaud, Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Supriyadi Pangellu melakukan kunjungan kerja di kecamatan yang berada di salah satu pulau terluar Indonesia yaitu kecamatan Nanusa dan Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud. 

Mengawali kunjungan kerjanya, Pangellu yang turut didampingi oleh jajaran Bawaslu Kabupaten Kepulauan Talaud terlebih dahulu mengunjungi Kecamatan Nanusa untuk melakukan sosialisasi serta melakukan peresmian Desa Sadar Hukum Pemilu di Desa Karatung. 

"Sebuah kebanggaan bisa hadir di Pulau terluar Kecamatan Nanusa, untuk memberikan sosialisasi serta meresmikan Desa Sadar Hukum Pemilu di Karatung. Pulau terluar wajib dan layak untuk mendapatkan sosialisasi terkait dengan Pengawasan setiap tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur," ucapnya, Jumat (6/11/2020).

Pada kunjungan tersebut Pangellu yang juga pernah menjabat sebagai ketua Panwaslu Kabupaten Kepulauan Talaud ini turut memberikan pujian atas semangat kerja jajarannya di pulau tersebut walaupun ditengah berbagai keterbatasan. 

"Luar biasa, ditengah keterbatasan, baik sarana transportasi maupun komunikasi, namun masih memiliki semangat untuk mewujudkan Pilkada yang aman, tanpa politik uang, ujaran kebencian, hoax dan politisasi sara dengan membuat Deklarasi Ginimbale Desa Sadar Hukum Pemilu," pungkas Pangellu.

Dia menambahkan bahwa deklarasi tersebut menjadi semangat bagi Bawaslu dan jajaran dalam melaksanakan kerja-kerja Pengawasan.

Komisioner Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu saat menerima sambutan adat (Foto: Humas Bawaslu Sulut)

Usai kegiatan tersebut, rombongan kemudian kembali menyeberangi lautan untuk melanjutkan kegiatan sosialisasi di Desa Dampulis Selatan yaitu salah satu desa yang terletak di pulau Marampit.

Pada sosialisasi tersebut, Pangellu turut menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tokoh Adat, Agama dan masyarakat karena telah turut serta mengawal jalannya pesta demokrasi di pulau tersebut.

"Terima Kasih Papa Ratumbanua (Tetua Adat) dan Inangngu Wanua (Tetua Adat), Kepala Desa,Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat untuk dedikasi dalam mengawal Demokrasi di Pulau Terluar," tutur Koordinator Divisi Hukum, Humas, Data dan Informasi Bawaslu Sulut ini.

Selain Nanusa dan Marampit, Pangellu turut menyambangi jajaran Panwascam di Kecamatan khusus Miangas serta Panwaslu Desa di Desa Miangas.

Pada pertemuan itu, Komisioner Bawaslu yang juga Putra Porodisa ini secara langsung berbincang dan mendengar berbagai curhatan terkait suka duka Panwas Kecamatan khusus Miangas dan Panwaslu Desa Miangas. 

Ia mengatakan, permasalahan terkait transportasi dan jaringan komunikasi masih menjadi tantangan bagi jajarannya yang bertugas di pulau terluar Utara NKRI itu.

Berdasarkan kondisi tersebut Pangellu pun meminta KPU untuk mempertimbangkan rencana penggunaan sistem e-rekap pada Pilkada 2020.

"Mungkin ini perlu dipertimbangkan agar sistem e-rekap untuk tidak dilakukan sekarang, karena tidak semua daerah sarana komunikasinya baik," kata Pangellu. (Fn)