Kunjungi Pelabuhan Nelayan di Kawasan Megamas, Mensos Risma Bicara Soal Cemara Udang - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Kunjungi Pelabuhan Nelayan di Kawasan Megamas, Mensos Risma Bicara Soal Cemara Udang

Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini  saat melakukan wawancara dengan wartawan (Foto: Sulut24/Fn)

Sulut24.com – Manado, Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini mengunjungi pelabuhan nelayan di Kawasan Megamas Manado, Rabu (20/1/2021).

Kunjungan Mensos ke pelabuhan nelayan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Manado. 

Pada kesempatan itu, Mensos Risma melihat secara langsung kondisi pelabuhan dan perahu nelayan yang rusak akibat diterjang gelombang laut yang tinggi pada Minggu 17 Januari 2021 lalu. 

Pada peninjauan tersebut Mensos menuturkan salah satu solusi untuk meminimalisir dampak dari gelombang laut yang tinggi adalah penanaman pohon Cemara Udang di pinggiran pantai pelabuhan nelayan. 

Risma kemudian menjelaskan bahwa pengalamannya mengatasi masalah nelayan di Kota Surabaya menjadi alasan terkait usulan penanaman pohon Cemara Udang tersebut. 

“Yang saya lakukan di Surabaya itu menanam Cemara Udang. Dulu setiap tahun, awal-awal saya jadi walikota, nalayan itu selalu ngelu ke saya, selain saya harus perbaiki perahu, saya juga selama itu selalu bagi beras,” tutur Mensos.  

“Sekarang ini kita relatif tidak ada keluhan nelayan, karena pohon Cemara Udang kita tanam selang seling, para nelayan itu masukan perahunya diantara pohon-pohon tadi, itu relatif tidak ada keluhan,” tambahnya. 

Melanjutkan cerita terkait pohon Cemara Udang, Risma kemudian memberi contoh keberhasilan Thailand menangkal Tsunami dengan pohon Cemara Udang. 

“Saya pernah ke Phuket, itu ada satu tempat, dimana semua hancur, tapi tempat yang dilindungi oleh Cemara Udang, ternyata gak kesentuh apapun, jadi sampe Cemara Udang itu dijadikan monumen oleh pemerintah Thailand,” jelasnya. 

Lalu berkaitan dengan penanganan nelayan yang perahunya rusak, Mensos menjelaskan bahwa pihaknya akan segera memberikan bantuan untuk perbaikan. 

“Sementara ini ya kita harus selesaikan, meraka tidak bisa melaut, kemudian mereka perahunya rusak dan sebagainya, itu yang harus kita selesaikan,” kata Risma. (Fn)