Eks Ketua PSKDJ dan Pudek II FIP UNIMA Diperiksa Kejari Serui - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Eks Ketua PSKDJ dan Pudek II FIP UNIMA Diperiksa Kejari Serui

Eks PSKDJ dan Pudek II FIP UNIMA (Foto: Ist)


Sulut24.com - Tondano, Universitas Negeri Manado (UNIMA)  kembali dibuat heboh dengan pemanggilan mantan Ketua PSKGDJ Prof DR. Theo Moutang dan Mantan Pembantu Dekan II FIP UNIMA DR. Ross Tuerah MPd oleh terkait kasus dugaan korupsi dan  penipuan ijazah, oleh Kejaksaan Negeri Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen.

Hasil informasi yang dihimpun Sulut24.com kedua petinggi UNIMA ini berangkat sejak Senin (1-2-2021) ke Kabupaten Yapen guna memenuhi pemanggilan pihak Kejaksaan Serui.

"Memang betul Prof Moutang dan  Ibu DR. Ross Tuaerah  saat ini berada di Kabupaten Yapen,  dipanggil oleh pihak Kejaksaan Serui dan rencananya Kamis (04-02-2021) besok mereka diperiksa oleh pihak Kejaksaan Serui," ujar Salah Satu Dosen UNIMA yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu sebelumnya pihak Kejari Serui Kabupaten Yapen,  yang di fasilitasi Kejari Manado telah melakukan pemeriksaan  Rektor UNIMA Prof. DR. Deitje Katuuk MPd.

Rektor UNIMA sendiri telah diperiksa selama kurang lebih 5 jam di kantor Kejari Manado pada Jumat (15-11-2021) lalu.

Dibagian lain  Kajari Yapen didampingi Kasie Pidsus, Joshua Wanma mengatakan  pemeriksaan  Rektor UNIMA  sebagai saksi dalam kasus ini.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi, di dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada kerja sama pengembangan guru dalam jabatan antara Kabupaten Kepulauan Yapen dengan UNIMA,” terang Bellah.

Selebihnya, Kajari Kepulauan Yapen menerangkan bahwa Rektor UNIMA diperiksa pihaknya, karena saat itu memegang jabatan Dekan di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

“Kapasitas yang bersangkutan itu diperiksa selaku Dekan saat itu. Pada saat kerja sama itu dilaksanakan,” pungkas Bellah.

Selain itu, Bellah menjelaskan bahwa kasus ini diperiksa oleh pihaknya, mengingat anggaran kerja sama tersebut sepenuhnya bersumber dari APBD Kepulauan Yapen. Dan dirinya menambahkan sudah ada puluhan orang yang diperiksa, baik itu dari pihak Pemkab Kepulauan Yapen maupun dari UNIMA (Joyke)