Jemaat GMIM "Baitel" Ranoiapo Utus Pdt. Winowatan dan Sambut Pdt. Ruru - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Jemaat GMIM "Baitel" Ranoiapo Utus Pdt. Winowatan dan Sambut Pdt. Ruru

Ibadah pengutusan dan penerimaan pendeta di jemaat GMIM "Baitel" Ranoiapo Wilayah Amurang Satu. (foto: sulut24.com/simon)

Sulut24.com, MINSEL - Jemaat GMIM "Baitel" Ranoiapo, Wilayah Amurang Satu, menggelar ibadah serah terima pelayanan pendeta, Minggu (7/3/2021).

Prosesi ibadah dipimpin oleh Wakil Ketua Bidang Hubungan Kerja Sama Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Ventje Talumepa, M.Th.

Pada hajatan yang dilaksanakan secara protokol kesehatan (prokes) tersebut, jemaat mengutus Pdt. Anita Naomi Winowatan, S.Teol (Ny. Pieters) sebagai pendeta jemaat di GMIM "Sion" Tounelet Wilayah Sonder. 

Selain itu, jemaat juga menerima Pdt. Silvian Oktavia Vikaristi Ruru, S.Th (Ny. Rompas) sebagai pendeta jemaat di GMIM "Baitel" Ranoiapo. 

Sebelumnya, Pdt. Silvian adalah pendeta jemaat di GMIM "Setia Kudus" Pondang, Wilayah Amurang Tiga.

Dalam khotbahnya yang dikutip dari kitab Kisah Para Rasul pasal 7:54 hingga pasal 8:3, Talumepa mengingatkan tentang teladan kesetiaan Stefanus, martir pertama yang rela mengorbankan nyawanya demi kebenaran Injil.

Penyerahan diakonia oleh Ketua BPMJ GMIM "Baitel" Ranoiapo, Pdt. James R. Manitik, M.Th kepada Pdt. Anitha N. Winowatan, S.Teol. (foto: sulut24.com/simon)


"Siap dan rela menjadi hamba Allah, berarti  harus siap dan rela pula menanggung banyak pergumulan, tantangan, bahkan penganiayaan," tegasnya.

Talumepa menambahkan, seorang pelayan Kristus harus mengikuti teladan Stefanus, yang tidak pernah mengeluh saat melayani jemaat mula-mula di Yerusalem. Sekalipun nyawa harus jadi taruhannya. 

Saat menghadapi masalah berat dalam pelayanan, bahkan saat akan dirajam dengan batu hingga mati, Stefanus tidak minta kepada Tuhan agar ia diluputkan dari maut. 

"Dia justru memohon agar Tuhan memberinya kekuatan untuk menanggungnya. Dia tidak mengharapkan pembelaan manusia, dan hanya berharap pada pembelaan Tuhan," tutur pendeta senior GMIM yang pernah melayani jemaat pedalaman di wilayah Tompaso Baru ini.

Ditambahkannya, Stefanus merupakan martir pertama yang rela mati demi Injil. Dia adalah sosok hamba Allah yang memiliki karakter Kristus.

"Menjelang ajalnya, seperti Kristus, Stefanus pun berdoa memohon pengampunan dosa bagi orang-orang yang mencabut nyawanya," tutur Talumepa.

Usai khotbah, dilanjutkan dengan acara penyerahan diakonia atas nama BPMJ dan jemaat yang diserahkan langsung oleh Ketua BPMJ GMIM "Baitel" Ranoiapo, Pdt. James R. Manitik, M.Th kepada Pdt. Anitha Naomi Winowatan, S.Teol.

 Pdt. Anitha N. Winowatan didampingi keluarga sedang membawakan sambutan. (foto: sulut24.com/simon)

Pemberian diakonia ini sebagai wujud terima kasih kepada Pdt. Winowatan yang telah 6 tahun lebih melayani jemaat GMIM "Baitel" Ranoiapo.

Penyerahan diakonia juga dilakukan secara berturut-turut oleh para penatua BIPRA, dan Pelsus dari Kolom 1 hingga 21.

Turut hadir pada kesempatan itu, Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Amurang Satu, Pdt. Rambles Mangalehe, M.Th, dan Ketua BPMW Amurang Tiga, Pdt. Stien Rondonuwu, M.Th.(Ny. Kindangen).

Turut hadir pula Ketua BPMJ "Sion" Tounelet Wilayah Sonder, Pdt Geby Aruperes Walangitan, M.Th beserta Pelsus, BPMJ dan Pelsus GMIM "Setia Kudus" Pondang. (Simon)