Dampak Cuaca Ekstrim, Rumah Rusak, Pohon Tumbang, Tiang Listrik Dan Tower Telkomsel Roboh - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Dampak Cuaca Ekstrim, Rumah Rusak, Pohon Tumbang, Tiang Listrik Dan Tower Telkomsel Roboh

Tower Telkomsel di Kampung Bira Kecamatan Tabukan Tengah yang roboh (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Badai Siklon Surigae yang melanda beberapa hari terakhir khususnya di Kepulauan Sangihe berdampak terpicunya gelombang tinggi, rusaknya berbagai fasilitas dan infrastruktur. Puncaknya, terjadi pada Senin (19/4/2021) pagi dimana angin kencang disertai hujan dengan intensitas sangat lebat melanda seluruh wilayah kepulauan Sangihe.

Pantauan Sulut24.com, akibat cuaca ekstrim, sejumlah rumah warga rusak tertimpa pepohonan yang tumbang dan sebagian rusak dihantam angin kencang. Sementara itu, pohon tumbang di berbagai wilayah sempat memutus jalur transportasi dari dan keluar kota Tahuna.

Selain itu, pohon tumbang juga sempat mengganggu layanan listrik PLN karena sejumlah tiang dan jaringan listrik tertimpa pohon. Bahkan, Tower milik Telkomsel di kampung Bira kecamatan Tabukan Tengah juga roboh dan nyaris menimpa rumah warga, hal ini membuat jaringan komunikasi diberbagai wilayah sekitar terganggu.

Data sementara yang dihimpun menyebutkan, dampak cuaca ekstrim yang terjadi sekitar pukul 07.30 wita tersebut mengakibatkan 4 pohon tumbang di kecamatan Tahuna dan 1 di Tahuna Timur. Sementara, rumah rusak masing - masing 1 di kecamatan Manganitu dan Tahuna serta 2 rumah di kampung Naha kecamatan Tabukan Utara. Beruntung, bencana kali ini dilaporkan tak sampai memakan korban.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, melalui Wakil Bupati Helmud Hontong menyatakan prihatin atas bencana yang dialami warga Sangihe. Dirinya memastikan, pemerintah tengah menangani dampak bencana tersebut termasuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak.

Hontong juga menghimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrim masih bisa saja terjadi beberapa hari kedepan. 

"Saya menghimbau saudara - saudaraku yang bermukim di tepian pantai, lereng bukit, pinggiran sungai dan daerah - daerah rawan lainnya untuk tetap waspada," tutur Wakil Bupati yang akrab disapa Embo ini. 

"Jangan lupa pula, bawa semua dalam doa agar torang semua selalu dalam lindungan Tuhan," sambungnya. (Johan)