Dalam Pantauan Ketat, 30 Warga Positif Covid-19 Masih Jalani Isolasi di RS Pratama Liung Paduli - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Dalam Pantauan Ketat, 30 Warga Positif Covid-19 Masih Jalani Isolasi di RS Pratama Liung Paduli

RS Pratama Liung Paduli tempat 30 warga di isolasi (Foto: Ist)

Sulut24.com, SANGIHE - Tahapan dan proses karantina bagi warga yang terkonfirmasi Positif Covid-19 diwilayah Kepulauan Sangihe terus dilakukan.

Data yang dihimpun Sulut24.com menyebutkan, puluhan warga yang sebelumnya terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini tengah menjalani karantina di ruang isolasi Rumah Sakit Pratama Liung Paduli Naha Tabukan Utara.

Warga Kecamatan Manganitu, karyawan salah satu Supermarket di Tahuna yang di isolasi di RS Liung Paduli mengeluhkan kondisi dirinya dan sejumlah rekannya yang tengah menjalani isolasi. Menurutnya, mereka yang tidak dalam kondisi sakit atau tidak bergejala berkeinginan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Dirinya juga mengeluhkan kurangnya porsi makanan yang mereka terima.

"Kalau boleh, torang minta karantina mandiri saja di rumah, kebetulan torang ini tidak merasa sakit atau tidak menunjukan gejala apapun," tutur wanita yang minta identitasnya tidak diberitakan. 

"Apalagi, makanan yang diberikan rumah sakit setiap hari porsinya sangat sedikit. Bagaimana torang mo kuat dan fit, makanan yang diberikan sedikit, tak seperti porsi makan yang biasanya," tambahnya.

Direktur RS Pratama Liung Paduli, dr Polideng Dalawir ketika dihubungi media ini membenarkan jika warga yang terkonfirmasi positif sebagian menjalani isolasi dan berada dibawah pemantauan dirinya dan jajaran rumah sakit.

Menurut Dalawir, ada 30 orang yang tengah di isolasi, masing - masing 29 orang yang dijemput dan 1 orang lainnya merupakan rujukan dari Puskesmas Tahuna Barat.

Lebih jauh dijelaskan, 30 orang warga tersebut tidak akan dilakukan swab tahap kedua tapi akan menunggu hasil pemantauan. 

"Tidak akan di-Swab lagi, tinggal menunggu hasil pantauan selama 14 hari, jika yang bersangkutan tidak ada gejala lanjutan, maka pasien akan dipulangkan," jelasmya.

Soal porsi makanan warga isolasi yang dikeluhkan, Direktur menyatakan, itu sudah merupakan takaran yang diatur oleh bagian gizi rumah sakit. "Setiap rumah sakit itu punya bagian gizi yang mengatur jenis makanan maupun takarannya. Jadi, takaran makanan pasien itu sudah diatur oleh bagian gizi," ujar Dalawir. (Vickh)