Opo' Hendrik Manossoh dan Harapan Rakyat: Sangihe Harus Maju - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Opo' Hendrik Manossoh dan Harapan Rakyat: Sangihe Harus Maju

Opo Hendrik Manossoh bersama isteri dan anak-anak (foto:ist/dok keluarga)

Sulut24.com, OPINI - OPO Jo! Semacam hastag. Selang tiga pekan berjalan, hastag ini riuh di media sosial.  Menghiasi dinding sejumlah akun facebook, terutama masyarakat dari latar Kabupaten Sangihe. Hastag OPO Jo! tertuju pada seorang muda, pribadi yang bersahaja, 'Opo' Hendrik Manossoh.

Ya, DR Hendrik Manossoh, SE, MSi,Ak, putra Nusa Utara. Pengajar tetap di Fakultas Ekonomi Unsrat Manado. Baik di kampus dan apalagi di lingkup warga Sangihe, ia lebih kerap disapa 'Opo'. Ya, Opo Hendrik Manossoh. 

Dalam sosiokultur masyarakat Sangihe, sapaan 'Opo' memang disemat pada (anak) lelaki, maskulin. Punya makna familiar yang dalam. Sapaan yang dinyatakan sejak kecil. Dibawa hingga dewasa, bahkan melekat hingga masa tua. 

Bagi masyarakat Sangihe, sapaan 'Opo' adalah perlambang sayang dan sebaliknya, baik hati dan daripada selalu mengalir magma cinta kasih kepada banyak orang; kepadanya sekaligus ditumpu harapan-harapan oleh banyak orang. Termasuk juga harapan untuk dapat membangun daerah, untuk mensejahterakan masyarakat.

Nah, sekarang harapan-harapan itu, kelihatan sekali mulai ditumpu kepada 'Opo' Hendrik Manossoh. Sehingga warga Sangihe menyebutnya sebagai salah satu dari figur muda yang potensial untuk pemajuan daerah di era digital yang penuh persaingan dewasa ini. Apalagi Opo Hendrik Manossoh lahir di Kampung Naha, 13 Mei 1973. Bahkan lulus SD dan SMP di Sangihe, memiliki akar kultural yang sangat kuat.  

Dengan gelar doktor ekonomi, Opo Hendrik Manossoh tidak hanya sebagai orang muda yang jadi pemikir di kampus. Sejatinya Opo dapat menggunakan ilmunya dalam kemerdekaan berpikir dan bertindak di lapangan, untuk mengangkat ekonomi rakyat dan daerah.

Saat ini, sudah yang kedua kalinya masuk dalam lingkup staf khusus Gubernur Sulut. Artinya, Opo Hendrik Manossoh sudah ada di lingkaran eksekutif; pemerintah provinsi. Tenaga dan pemikirannya diperlukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur. 

"Sangihe beruntung punya putra daerah seperti Opo Hendrik. Dari jejak karir dan kiprah perannya, dia ideal diharapkan untuk dapat memajukan Sangihe. Apalagi dia masih muda, masih fresh untuk berpikir memajukan daerah. Saya punya keyakinan untuk hal itu," kata Decky Maxmilian Johanis, seorang kerabat dari Jakarta belum lama ini.

Harapan Decky memang bukan berlebihan dan tanpa dasar. Jejak kiprah Opo Hendrik Manossoh untuk mengharumkan Sangihe sudah dimulai sejak masih remaja dan berlanjut tetus saat di bangku kuliah. Mulai dari menjadi Duta Budaya dan Pariwisata di ajang pemilihan Nyong Sulut, Paskibraka Nasional dan peserta Latihan Keprotokolan Tingkat Nasional bertugas di Istana Negara.

Di tingkat internasional pun, Opo Hendrik Manossoh sudah berkiprah saat masih kuliah. Para masa itu ia menjadi duta Pertukaran Pemuda antar Negara Indonesia-Australia. "Sungguh, kita sangat beruntung punya potensi muda seperti Opo Manossoh," kata Eric 'Opo' Odameng.

Walau menetap di Manado, tetapi Opo Hendrik Manossoh punya sikap teguh memelihara budaya hidup dalam semangat orang Sangihe yang “Mateleng”, “Matelang”, “Mateling”. Ia sosok muda yang “rinda” atau rendah hati, arif dan bijaksana. Hal inilah yang menjadikan ia sebagai tokoh muda yang berkarakter khas Nusa Utara.

Opo Hendrik Manossoh menikah dengan putri Minahasa, Dr Joanne V Mangindaan SE Mbuss (Acc). Keluarga muda ini sudah dikaruniai dua orang anak, Christansya Eliora Manossoh dan Bertnasius Manossoh. 

Di jalur pendidikan, sebagai anak lepasan Sekolah Dasar Negeri Naha Tabukan Utara 1986, dan SMP Negeri Enemawira, Tabukan Utara 1989, ia terbilang cemerlang. Masih dalam usia muda, ia berhasil menyelesaikan pendidikan Program Doktor S3 Ilmu Ekonomi Akuntansi di Universitas Airlangga Surabaya.

Kecemerlangan di dunia pendidikan ini mengantar Opo Manossoh sebagai sosok intelektual terpandang di negeri ini. Pembicara dan narasumber di berbagai seminar skala nasional. Sebagai dosen pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsrat Manado, ia memegang jabatan fungsional: Lektor Kepala. 

Selain di dunia kampus, ia juga juga aktif dalam riset berbagai bidang keilmuan, sehingga langkahnya menuju jenjang Guru Besar (professor) sangat terbuka meski usianya masih terbilang mudah.

Sebagai birokrat, ia Golongan IV/B. Tercatat sebagai Tim Quality Assurance (Keterjaminan Mutu) Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado, dan mendapat Sertifikat Pendidik (Serdos) dinyatakan sebagai Dosen Profesional pada program studi Akuntansi. 

Kini Opo Hendrik Manossoh masuk salah seorang staf khusus Gubernur Sulawesi Utara bidang Ekonomi. Ini membuka peluang baginya untuk merih jabatan eselon II.

Ia memiliki kematangan yang teruji dalam dunia birokrasi pemerintahan karena keterlibatannya yang mendalam dalam berbagai aktivitas birokrasi pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan. Tak sedikit organisasi yang pernah dipimpinnya baik pada level daerah dan nasional. 

Semua itu memperkokoh jati diri dan ketokohannya. "Siap memenuhi harapan rakyat, Sangihe harus maju. Ini tanggung jawab kita semua sebagai putra daerah," kata Opo belum lama ini. Nah, sekarang adalah saat yang tepat! (*/Alfeyn Gilingan; dirangkum dari berbagai sumber)