Budiman Sudjatmiko, Membangun Desa Unggul Menuju Indonesia Unggul - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas


Advertisement

Budiman Sudjatmiko, Membangun Desa Unggul Menuju Indonesia Unggul

Budiman Sudjatmiko (Foto: Ist)

Oleh :

Jerry Bambuta

Forum Literasi Masyarakat Indonesia


Sulut24, OPINI - Budiman Sudjatmiko tergolong politisi yang visioner, unik, inovatif dan di besarkan secara matang dalam gerakan parlemen jalanan selama rezim orde baru. Rekam jejak, catatan sejarah dan jejak digital sangat menjelaskan bahwa seorang Budiman Sudjatmiko adalah salah satu ujung tombak dalam gerakan mahasiswa yang melawan rezim orde baru yang diktator militeristik. 

Pada tahun 1996, Budiman Sudjatmiko mendeklarasikan pendirian PDR (Partai Rakyat Demokratik) yang isi manifestonya menyatakan perlawanan terhadap ketidak adilan dari kebijakan rezim orde baru. Konsolidasi PRD harus di lakukan dengan cara gerilya karena resistensi rezim orde baru saat itu. Akibatnya, Budiman Sudjatmiko harus di tangkap, di adili bahkan di penjara dengan tuduhan subversif. Budiman Sudjatmiko di jatuhi hukuman penjara selama 13 tahun tapi hanya menjalani masa tahanan selama 3,5 tahun. Pasca runtuhnya rezim orde baru, Budiman Sudjatmiko di bebaskan pada Desember 1999 karena menerima amnesti dari Presiden Abdrurahman Wahid.

Budiman Sudjatmiko bisa di sebut sebagai "Macan Aktivis" yang di besarkan dalam ganasnya gerakan parlemen jalanan yang berjuang bersama rakyat kala itu. Saat di sidang dalam tuntutan pengadilan, kepalan tangan perlawanan dan teriakan perlawanan terhadap rezim orde baru tetap di kobarkan tanpa gentar sedikit pun. Banyak kawan-kawan aktivisnya meregang nyawa dan hilang tidak berjejak hingga saat ini. Saat Budiman Sudjatmiko menjadi ketua PRD, stigma komunis dari rezim orde baru di labelkan terhadap semua elemen yang tergabung dalam PRD. 

Stigma sensitif ini tidak membuat seorang Budiman Sudjatmiko harus bersembunyi karena ciut ketakutan. Stigma komunis ini sebenarnya adalah skenario rezim orde baru untuk meredam gerakan PRD yang kala itu merajut konsolidasi perjuangan secara masif di tingkat akar rumput dari pemuda/mahasiswa, buruh, petani dan seniman rakyat. Budiman Sudjatmiko terbukti memiliki nyali perjuangan untuk kepentingan rakyat sekalipun harus menempatkan diri dengan ancaman penguasa saat itu.

Budiman Sudjatmiko di tuduh sebagai dalang kerusuhan 27 Juli 1996 saat terjadi bentrokan antara kubu PDIP versi Surjadi (boneka rezim orde baru) dan versi Megawati. Mimbar Bebas yang di konsolidasi saat itu membakar emosi rakyat sehingga "people power" secara spontan bangkit melawan dominasi diktator-militeristik rezim orde baru. Akibatnya, memicu kerusuhan masif di seantero Jakarta. 

Peristiwa 27 Juli 1996 di kenal dengan insiden "kudatuli", tidak sedikit korban yang meregang nyawa dan kerusakan fasilitas publik dan masyarakat. Kudatuli menjadi isu yang di liput tidak hanya oleh pers domestik tapi juga pers asing. Beragam investigasi senyap maupun terbuka di lakukan dan makin menelanjangi horornya rezim orde baru menjalankan pemerintahannya. Lambat laun, borok bernanah dalam sistem pemerintahan rezim orde baru makin terkuak, bukan hanya mata masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dunia.

Indisiden kudatuli bisa di sebut sebagai salah satu detonator yang memicu ledakan energi perlawanan yang memuncak pada gerakan reformasi 1998. Solidaritas kolektif yang senasib sepenanggungan di bawah penindasan orde baru menjelma menjadi kebangkitan people power yang solid dan masif. 

Pada akhirnya, rezim orde baru pun tumbang sekalipun pasca gerakan reformasi masih banyak PR yang masih harus di selesaikan hingga saat ini. Mentalitas aktivis seorang Budiman Sudjatmiko di godok dalam ganasnya resistensi dan tekanan rezim orde baru. Budiman Sudjatmiko dan rekan-rekannya dalam kelompok aktivis'98 bagai "Gatot Kaca Demokrasi" yang di gembleng dalam kobaran api kawah Chandradimuka. Perjalanan perjuangan ini menempa militansi dan dedikasi perjuangan rakyat yang alami dan konsisten hingga saat ini.

Tidak heran saat Budiman Sudjatmiko menjadi anggota DPR RI selama dua periode dari dapil Jawa Tengah sangat getol memperjuangkan pembangunan masyarakat desa. Dalam perjuangan penggodokan RUU Desa, Budiman Sudjatmiko di daulat menjadi wakil ketua panitia khusus RUU Desa. Sebelumnya, RUU Desa belum di masukan dalam program legislasi nasional (prolegnas). RUU Desa menjadi prioritas di perjuangkan karena desakan dukungan dari 40.000 kepala desa yang tergabung dalam parade Nusantara. Saat itu, parade Nusantara melakukan aksi demo di gedung DPR dan lapangan Monas pada bulan Februari 2010. 

Pada akhirnya, perjuangan ini berbuah manis di mana desa hari ini mendapat alokasi dana pembangunan Rp 1 Milyard/Desa. Pada masa orde baru, masyarakat desa termarginalkan karena pola kebijakan pemerintah pusat yang bersifat “up to bottom”, akibatnya menciptakan kebijakan pembangunan yang tumpang tindih dengan kebutuhan pembangunan “grass roots society”.

Kapasitas seorang Budiman Sudjatmiko tidak diragukan lagi dalam konsistensi dan dedkasi perjuangan rakyat, apalagi terkait fokus pada pembangunan masyarakat desa. Dengan adanya UU Desa, maka pemerintah dan masyarakat desa menjadi “front line” dalam bagian penguatan ekonomi nasional. 

Budiman Sudjatmiko bukan Cuma sosok politisi, ia adalah seorang inovator yang cerdas dalam elaborasi antara politik, sains dan iptek yang relevan menjawab tantangan era disrupsi global. Kompetisi era digital hari tidak bisa lagi di batasi oleh sekat-sekat lokal konvensional. 

Digitalisasi berbagai teknologi bersifat ”online” mulai menggeser instrumen manual yang sifatnya “offline”. Awal yang terkena dampak signifikan dari fenomena ini adalah sektor usaha ritel manual. Ritel manual yang selama ini berperan sebagai “middle segment” antara “produsen” dan “konsumen” mulai kalang kabut. Menjamurnya “online shooping” melalui media sosial di tunjang makin sempitnya “blind spot area” memotonng posisi ritel manual. Online shooping menghubungkan secara langsung antara “produsen” dan “konsumen” yang menggunakan instrumen transaksi berbasis smartphone, bisa di akses di mana saja dan kapan saja.

Fenomena ini membuat urgensi penguatan pemerintahan dan masyarakat desa harus mendapatkan atensi serius dari segi payung kebijakan pemerintah lokal/pusat dan alokasi anggaran pembangunan yang tepat sasaran dan tepat manfaat. Dan untuk menjawab ini, Budiman Sudjatmiko melakukan sebuah terobosan solutif dan inovatif melalui Koperasi Satelit Desa Indonesia (KSDI) yang siap menjadi jembatan digital ke seluruh pelosok desa se-Indonesia. 

Jangkauannya di harapkan mencapai 74.961 desa. Salah satu produk yang di gagas KSDI adalah dengan meluncurkan ponsel pintar (smartphone) dengan konten dan platform khusus bernama DESANOVA. Desanova merupakan sebuah proyek kemitraan antara KSDI dan PT KINIKU NUSA KREASI, di dampingi oleh HMD Global sebagai pemegang lisensi eksklusif brand Nokia untuk ponsel dan tablet, serta Qualcomm sebagai perusahaan teknologi pengembang chipset smartphone terbesar di dunia.

Saat gerakan reformasi 1998 meletus, saya masih berumur 14 tahun, masih tergolong bocah untuk memahami apa yang saya tonton di Televisi terkait demo yang berujung kerusahan di mana-mana saat itu. Pertanyaan sederhana seorang bocah sempat terbersit di hati, ada apa dengan bangsaku kala itu? Hari ini setelah sekian panjang perjalanan petualangan hidup, aku makin terketuk menyadari bahwa bangsa ini tidak kekurangan orang pintar tapi kita lebih membutuhkan orang jujur yang sudah selesai dengan dirinya. 

Politik bukanlah sebatas alat kekuasaan tapi menjadi jalan untuk membangun kesejahteraan masyarakat secara holistik. Bangsa ini butuh bukan hanya komentator yang mahir dengan retorika dan dialektika, bangsa ini butuh para pelopor dan inovator yang cakap membumikan perubahan di setiap jengkal bumi Nusantara, dari Pulau Miangas sampai Rotte dan dari Merauke sampai Sabang.

Oleh karena itu, di tengah desas desus reshufle Kabinet yang saat ini lagi hangat, maka menurut saya, sosok Budiman Sudjatmiko bisa menjadi figur alternatif yang potensial untuk di tempatkan sebagai menteri dalam kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Pengalaman selama dua periode sebagai anggota DPR RI, cukup menjadi modal mumpuni bagi seorang Budiman Sudjatmiko untuk mengelola kebijakan-kebijakan strategis yang bisa menciptakan “multiplier effect” untuk kepentingan publik. 

Sosok Budiman Sudjatmiko merupakan figur dengan segudang inovasi dan prestasi yang tentunya akan memberikan energi baru bagi kementerian desa, pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi. Gagasan-gagasan pembangunan desa yang berpijak pada kebutuhan “grass roots society” sekaligus di rangkaikan dengan kebutuhan kompetensi global akan menciptakan terobosan kebijakan yang inovatif dan solutif. Bersama Budiman Sudjatmiko membangun desa unggul menuju Indonesia unggul. 

Akan seru ceritanya, jika menemukan kesempatan semeja sembari ngopi dengan seorang Budiman Sudjatmiko, sembari memotret Indonesia dari kehidupan masyarakat desa yang harus kokoh untuk berpijak di atas kaki kemandirian, keunggulan dan kesejahteran yang membumi.


Tentang Penulis

Jerry Fransius Gosal Bambuta, hari ini aktif sebagai Leader dari MATCON (Mapalus Tech Construction) yang focus dalam layanan komersil dalam bidang Website Development, Software Development, Rural Network Solutions, IT Security, IT Consulting & Training. Bersama tim MATCON, sejak tahun 2018 telah membangun konsep pendampingan dan optimalisasi penerapan e-government di kawasan Sulawesi Utara dan Indonesia Timur untuk pemerintah tingkat provinsi, kabupaten, kotamadya dan pedesaan. 

Selain itu juga, berperan aktif sebagai Pembina dalam wadah Forum Literasi Masyarakat (Forlitmas), FORLITMAS adalah sebuah wadah edukatif bagi kalangan pemuda/mahasiswa/profesi yang focus membangun kultur literasi dalam berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat. Dalam bidang socioprenur, aktif dalam inisiasi pemberdayaan masyarakat petani dan nelayan dalam program GENTA SAKTI (Gerakan Pertanian Desa Produktif). Hari ini menetap di Langowan (Kabupaten Minahasa) bersama isterinya yang berprofesi sebagai guru bahasa inggris dan di karuniai tiga orang putra. Email. Jerbam157@gmail.com