Lionel Messi Makin Bersinar, Belanda versus Argentina di 8 Besar - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Lionel Messi Makin Bersinar, Belanda versus Argentina di 8 Besar

Lionel Messi (Foto: Ist)

Sulut24.com, JAKARTA - Tim Argentina dan Belanda semakin menunjukkan tajinya dalam partai fase gugur yang dipentaskan, Sabtu malam (3/12) dan Minggu subuh (4/12)

Argentina membekuk  Autralia 2-1 dan Belanda menghempaskan Amerika 3-1. Dengan hasil kemenangan ini , Belanda dan Argentina lolos ke perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar.

Dibabak 8 besar ini Belanda akan menguji ketangguhan Argentina, yang dipentaskan 10 Desember mendatang. 

Babak fase gugur dilanjutkan, Minggu malam (4/12) antara Perancis versus Polandia dan Inggeris versus Senegal (5/12) subuh.

Partai ini bakal ketat, sengit  seru dan dramatis yang dilakoni para pemain bintang masing timnasnya. Juara Bertahan Perancis diuji oleh Polandia. Dikubu Perancis ada penyerang tajam dengan larinya  bak kijang, Killian Mbappe, Giroud dan gelandang lincah Dembele, Griezmann, lini pertahanan ada Verane dan Kounde dan dibawah mistar, kiper tangguh, H. Lloris. 

Kubu Polandia,ujung tombak dan kapten  Lewandowski.dan kiper Juventus Szczqsny.

Pada babak 16 besar ini setiap tim berlaga bakal tampil dengan kekuatan penuh, bermain lebih fokus, kerjasama tim harus apik dan kesiapan baik fisik maupun tehnik pemain harus prima. 

Tak kalah pentingnya peran para arsitek yang menukangi setiap tim berlaga di fase gugur ini, harus bekerja keras meramu taktik dan strategi yang pas disajikan menghadapi setiap lawan kemudian dijalankan dengan penuh disiplin para pemain di lapangan. Karena para pemainnyalah yang menjadi aktor di lapangan dengan masing masing peran.

Percuma taktik  dan strategi yang jitu dari sang pelatih jika tidak dijalankan dengan penuh disiplin para pemain. Pasalnya dibabak gugur ini ibarat sebuah perang. Pertarungan hanya disudah dengan hasil menang atau gugur. Menang tentu lolos ke babak selanjutnya, sebaliknya, kalah artinya angkat kaki dari Qatar.

Pada partai menghadapi  Australia, tim Argentina makin okey penampilannya, dibandingkan pada penyisihan grup. 

Kekalahan mengejutkan dilaga awal dari Saudi Arabia menjadi pelajaran berharga bagi Tim yang dilatih Lionel Scaloni.

Sang Arsitek mengevaluasi kekalahan itu untuk bangkit bersama pemain. Kekalahan menjadi motivasi bagi pemain untuk maju dan bangkit bersama, dan hasilnya tim yang dua kali menjuarai Piala Dunia itu di tahun 1978 dan 1986 itu, memenangkan semua pertandingan termasuk memulangkan Australia  di 16 besar.

Tim yang dijuluki  La Albiceleste menghadapi Australia turun tanpa Angel Di Maria, dan ujung tombak asal Inter Milan, Martinez.

Untuk mendampingi  Megabintang, Lionel Messi, sang pelatih menurunkan A.Gomez depan kiri dan depan kanan, Alvares. Penampilan kedua pemain ini tak kalah hebatnya dengan Di Maria, Martinez yang disimpan oleh pelatih.

Mendapat dukungan dari lini tengah, A.Mac Alister, Fernandez dan De Paul kemudian dibantu Otamendi dari belakang, menggempur daerah pertahanan yang dikawal, Rowles dan Souttar.

Sang Megabintang sebagai pengatur serangan dengan skill  mumpuni memainkan si kuli bundar, makin bersinar penampilanya diusia 30an lebih. Bola seakan lengket dikakinya jika dia sudah menguasai  dan menggiringnya. Lawan pun kesulitan merebutnya. Kalaupun dapat direbut, berbau pelanggaran dilakukan lawan.

Tengok saja gol yang dilesatkan ke pojok kanan gawang yang dijaga M.Ryan. Setelah mendapat bola dari bek kanan Agresif, Molina, dan gelandang De Paul, Messi menggiring bola ke jantung pertahanan, kemudian disela sela pemain Australia mengurung, mencegah sang Megabintang, malah Messi melepaskan  tendangan mendatar tidak terlalu keras. 

Ia dengan jenius menempatkan bola di pojok kanan gawang, dan itu gol pertama Argentina menit 35. Gol kedua  oleh Alvares menit 57.

Lionel Messi yang kini merumput di Klub PSG, Perancis memang pemimpin di lapangan, kepiawaiaanya makin bersinar. Apakah Sang Megabintang ini dan teman teman  mengukir sejarah bagi Sang Kapten mengangkat Piala untuk bermukim selama empat tahun ke Argentina?  

Seperti pendahulunya Maestro dan Legenda sepakbola dunia, Diego Maradona mempersembahkan gelar juara bagi negaranya.  

Kita tunggu episode selanjutnya yang dimainkan menghadapi Belanda di perempat final. (Eddy Lahengko)