Institut Lembang Sembilan Desak Pemprov Sulut Lakukan Reformasi Tataniaga Perdagangan dan Bangun Lumbung Pangan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Institut Lembang Sembilan Desak Pemprov Sulut Lakukan Reformasi Tataniaga Perdagangan dan Bangun Lumbung Pangan

Sekretaris Umum Institut Lembang Sembilan Sulawesi Utara Harianto (Foto: Ist)

Sulut24.com, MANADO - Institut Lembang Sembilan Sulawesi Utara  mendesak pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melakukan reformasi tataniaga perdagangan dan membuat lumbung pangan. 

Desakan tersebut dilayangkan menyikapi tidak terkendali harga bahan pangan akhir tahun ini

"Ini adalah gambar kegagalan program kedaulatan pangan ODSK, kami mendesak pemerintah melakukan langkah taktis, mulai dari reformasi tataniaga perdagangan pangan dan pembagunan lumbung pangan sebagai penyangga ketersediaan pangan," ucap Sekretaris Umum Institut Lembang Sembilan Sulawesi Utara Harianto .

Program marijo ba Kobong dinilai belum efektif sehingga perlu lumbung pangan dengan waktu tanam berbeda sehingga  waktu panen penen tidak serentak guna menjaga ketersediaan stok di pasaran tetap stabil sehingga harga dapat di kendalikan. 

"Ini harus dilakukan agar ketersediaan pangan di daerah tetap terjaga, kenyataan akhir tahun 2023 ini. harga cabai yang sampai Rp 150 000 per kilo, ini merupakan gambaran gagalnya program ODSK  yang memicu inflasi daerah yang cukup signifikan," katanya. 

... menilai langkah pemerintah menstabilkan harga dengan cara mendatangkan cabai dari luar bukan solusi jangka panjang yang baik dan justru menjadi bom waktu karena ketergantungan dengan hasil pangan dari luar daerah secara tidak langsung berdampak  pada inflasi daerah. 

"Sudah waktunya kita bangkit dengan menghasilkan pangan sendiri dengan memanfaatkan teknologi yang ada," tandas Harianto. (fn)