Brigade Nusa Utara Desak Evaluasi Kinerja Bakamla Pasca Kebakaran KM Barcelona V.A
Suasana proses pemadaman api dan evakuasi korban pasca kebakaran kapal Barcelona V.A (Foto: ist)
Sekjen BNUI sebut Bakamla tidak responsif saat insiden, nilai perlu dievaluasi sebagai garda depan keselamatan laut.
Sulut24.com, MANADO – Brigade Nusa Utara Indonesia (BNUI) mendesak evaluasi terhadap Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Maritim Tengah Bakamla Republik Indonesia menyusul insiden kebakaran kapal KM Barcelona V.A yang terjadi pada Minggu (20/7) di perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara.
Sekretaris Jenderal BNUI, Alpianus Tempongbuka, mengatakan pihak Pangkalan Armada Serei Zona Maritim Tengah Bakamla RI terlihat tidak responsif dalam menangani kecelakaan laut tersebut.
“Pihak Bakamla perlu dievaluasi, mereka seharusnya menjadi garda depan guna keselamatan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7).
KM. Barcelona V.A diketahui mengalami kebakaran saat tengah berlayar dari Talaud ke Manado. Video amatir yang beredar luas memperlihatkan salah seorang warga menyampaikan kekecewaannya kepada anggota Bakamla.
“Sebagaimana tugas Bakamla, mereka seharusnya melakukan penyelamatan saat kecelakaan kapal, termasuk evakuasi korban ke tempat yang aman,” tambah Tempongbuka.
Menurut Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Bakamla bertugas menjaga keamanan dan keselamatan di wilayah perairan Indonesia, termasuk memberikan respons cepat terhadap kecelakaan laut.
Insiden kebakaran KM Barcelona V.A kini dalam penyelidikan pihak kepolisian. Nakhoda kapal berinisial IB, telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hingga berita ini diturunkan, Bakamla belum memberikan pernyataan resmi terkait kritik yang disampaikan BNUI. (fn)

