Tokoh Masyarakat Talaud Desak Pengusutan Dugaan Overload dan Kelalaian Syahbandar dalam Insiden KM Barcelona V.A - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Tokoh Masyarakat Talaud Desak Pengusutan Dugaan Overload dan Kelalaian Syahbandar dalam Insiden KM Barcelona V.A

Suasana kapal KM. Barcelona V.A setelah api berhasil dipadamkan (Foto: ist)

Mantan Anggota DPRD Talaud minta APH usut dugaan pelanggaran prosedur pelayaran setelah kebakaran kapal yang menewaskan penumpang.

Sulut24.com, TALAUD - Tokoh masyarakat Melonguane, Swelem Adam mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut tuntas dugaan kelebihan kapasitas (overload) dan kelalaian Syahbandar dalam tragedi kebakaran kapal KM Barcelona V.A di perairan Talise, Minggu (20/7).

Insiden tersebut terjadi tak lama setelah kapal menyelesaikan proses docking atau perawatan. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kapal diketahui membawa penumpang melebihi kapasitas maksimum yang diizinkan.

“Berdasarkan informasi jumlah penumpang yang berhasil dievakuasi sebanyak 571 orang, padahal kapasitas maksimal kapal hanya 450 orang,” kata Swelem Adam kepada Sulut24.com di Melonguane.

Dalam manifes resmi, tercatat 280 penumpang dan 15 anak buah kapal (ABK), total 571 orang. Artinya, sekitar 276 penumpang diduga tidak tercatat secara resmi dalam manifest.

Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi. Sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka dan kerugian materiil.

Swelem menilai pihak Syahbandar dan awak kapal memiliki tanggung jawab atas dugaan overload tersebut. 

“APH harus mengusut tuntas kelalaian ini untuk mengungkap penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di kemudian hari,” tegasnya.

Swelem Adam (Foto: ist)

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan instansi terkait untuk memberikan bantuan nyata kepada para korban.

“Kami berharap ada penanganan serius, baik terhadap korban jiwa maupun korban selamat,” lanjutnya.

Selain itu, Swelem mengusulkan penambahan armada kapal untuk rute Talaud–Manado dan sebaliknya guna mengantisipasi lonjakan penumpang di masa mendatang. 

Ia juga mengimbau agar Dewan Adat Talaud bekerja sama dengan pemerintah daerah menggelar ritual adat sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban.

“Dewan adat harus segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan ritual ‘mangalongnga aputta ma molre tuida’ atas peristiwa ini,” pungkas Swelem Adam. (ep)