Wamen: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Kemampuan Siswa, Aktivis Soroti Celah Korupsi - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Wamen: Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Kemampuan Siswa, Aktivis Soroti Celah Korupsi

Suasana siswa di SD Negeri Pandu saat bersiap makan siang bersama (Foto: ist)

Stella Christie sebut MBG dapat tingkatkan matematika dan bahasa Inggris, sementara LSM RAKO ingatkan risiko penyalahgunaan anggaran.

Sulut24.com, MANADO - Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi meningkatkan kemampuan matematika dan bahasa Inggris siswa jika dikemas secara kreatif, seperti belajar sambil makan di sekolah. 

Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi stan Badan Gizi Nasional pada Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2025 di Institut Teknologi Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/8).

“Dengan program MBG, anak-anak tidak hanya mendapatkan gizi yang baik, tetapi juga belajar menghitung dan mengenal bahasa Inggris melalui jenis-jenis makanan,” kata Stella, dikutip dari Antara. Ia menambahkan, program ini dapat memotivasi, mengasah daya ingat, dan meningkatkan semangat belajar.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan tingkat kehadiran siswa di sekolah naik menjadi 95 persen sejak program MBG dilaksanakan, dari sebelumnya 70–80 persen. “Bahkan ada cerita dari Papua, seorang cucu yang dulu harus dibangunkan neneknya, kini justru ia yang membangunkan neneknya karena semangat ingin mendapat MBG,” ujarnya.

Namun, Ketua LSM Rakyat Anti Korupsi (RAKO) Harianto Nanga mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan anggaran dalam program ini. Menurutnya, celah korupsi dapat terjadi melalui mark-up harga, pengadaan bahan berkualitas rendah, hingga pencatatan penerima fiktif. 

“Temuan di sejumlah daerah menunjukkan adanya lauk dan sayur basi, keterlambatan gaji petugas, hingga dugaan laporan palsu di hari libur,” kata Harianto.

Harianto menambahkan, praktik seperti potongan pembayaran kepada vendor oleh pihak terafiliasi dengan pemerintah dapat berdampak pada menurunya kualitas makanan yang disediakan. 

Ia menekankan perlunya pengawasan ketat serta transparansi dalam proses pengadaan, distribusi, dan pelaporan.

Program MBG merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi siswa sekolah dasar dan menengah di seluruh Indonesia, dengan target menjangkau jutaan anak setiap hari. (fn)