RSUD Mala Gelap Saat Persiapan Operasi, PLN Talaud Dinilai Gagal, Aktivis Minta Presiden Prabowo Turun Tangan - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

RSUD Mala Gelap Saat Persiapan Operasi, PLN Talaud Dinilai Gagal, Aktivis Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Okbrin Maurits Apena dan suasana persiapan operasi saat terjadi pemadaman listrik (Foto: ist)

Aktivis layangkan surat terbuka ke Presiden Prabowo dan Gubernur Sulut.

Sulut24.com, TALAUD - Sebuah video yang diunggah oleh aktivis muda Talaud Okbrin Maurits Apena menunjukkan pemadaman listrik di ruang operasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talaud, Desa Mala, pada Rabu (10/9), memicu keprihatinan publik. Dalam rekaman itu, dokter dan perawat terlihat sudah bersiap melakukan operasi ketika ruangan mendadak gelap akibat terputusnya aliran listrik.

“Syukur kepada Tuhan operasi belum dimulai. Kami tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi seandainya listrik padam saat pasien sedang dioperasi. Nyawa manusia benar-benar dipertaruhkan,” bunyi keterangan dalam unggahan video tersebut.

Menanggapi insiden itu, Okbrin Maurits Apena, menilai PLN di Talaud telah gagal mencari solusi terkait krisis listrik yang tejadi. Ia pun menyampaikan surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus. Ia menyoroti krisis listrik yang disebutnya tidak pernah benar-benar terselesaikan sejak Kabupaten Kepulauan Talaud berdiri.

“Apakah Talaud ini bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia atau bukan? Jika benar Talaud adalah bagian dari NKRI, maka kami mohon perhatian serius terhadap masalah listrik,” kata Okbrin dalam pernyataan tertulis, Kamis (11/9).

Dalam surat terbuka itu, ia menyampaikan dua tuntutan utama masyarakat. Pertama, pemerintah pusat diminta mencari solusi permanen untuk mengatasi krisis listrik di Talaud. Kedua, PLN Melonguane diminta memberikan prioritas bagi RSUD Mala agar pemadaman listrik tidak terjadi ketika operasi atau tindakan medis kritis berlangsung.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus benar-benar memberi perhatian khusus bagi masyarakat Talaud. Masalah listrik ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi menyangkut keselamatan nyawa manusia,” ujar Okbrin.

Kabupaten Kepulauan Talaud, yang terletak di perbatasan Indonesia-Filipina, kerap menghadapi persoalan pasokan listrik. Meski pemimpin dan anggota legislatif daerah silih berganti, masalah pemadaman masih menjadi keluhan utama warga. (ep)