Pengacara Muda Talaud Desak Otopsi untuk Ungkap Kematian Mahasiswi UNIMA - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Pengacara Muda Talaud Desak Otopsi untuk Ungkap Kematian Mahasiswi UNIMA

Ilustrasi (AI-generated image/Sulut24.com)

Sunarto Bataria nilai otopsi penting demi kepastian hukum dan mencegah spekulasi publik.

Sulut24.com, TALAUD - Pengacara muda asal Nusa Utara, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sunarto Bataria, mendesak aparat penegak hukum melakukan otopsi terhadap mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) Evia Maria Mangolo (21) asal Kabupaten Kepulauan Sitaro yang ditemukan meninggal dunia di tempat kos, guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan transparan.

Sunarto mengatakan otopsi merupakan langkah hukum dan medis yang krusial untuk mengungkap apakah kematian korban terjadi secara wajar atau tidak, sekaligus memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.

“Otopsi adalah suara dari jenazah itu sendiri. Melalui pemeriksaan medis, tubuh manusia akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” kata Sunarto kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Sunarto Bataria (Foto: ist)

Ia menegaskan bahwa setiap kematian yang tidak wajar akan meninggalkan tanda pada organ tubuh, yang dapat diidentifikasi melalui pemeriksaan forensik dan tidak dapat dimanipulasi.

“Jangan pernah berpikir bahwa nyawa seseorang bisa dihilangkan lalu disamarkan. Kebenaran akan terungkap melalui pemeriksaan medis dan hukum,” ujarnya.

Menurut Sunarto, aparat penegak hukum seharusnya tidak ragu melakukan otopsi apabila ditemukan indikasi atau tanda fisik yang mencurigakan pada korban meninggal dunia, demi kepastian hukum dan untuk menghindari spekulasi di tengah masyarakat.

“Setiap kematian dengan indikasi tidak wajar wajib dilakukan otopsi. Post-mortem cause of death pasti dapat ditemukan,” tandasnya.

Kasus meninggalnya mahasiswi UNIMA ini masih dalam perhatian publik, yang berharap proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan berkeadilan sesuai hukum yang berlaku. (ep)