Banjir Bandang Terjang Siau, Belasan Warga Luka-Luka dan Sejumlah Korban Meninggal - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Banjir Bandang Terjang Siau, Belasan Warga Luka-Luka dan Sejumlah Korban Meninggal

Suasana proses evakuasi korban oleh tim gabungan dan masyarakat (Foto: ist)

Hujan Lebat Picu Banjir Bandang, Korban Jiwa dan Kerusakan Infrastruktur Terjadi di Sejumlah Wilayah Pulau Siau.

Sulut24.com, SITARO - Banjir bandang melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro, khususnya Pulau Siau, Senin (5/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.50 Wita setelah hujan berintensitas lebat mengguyur wilayah tersebut selama kurang lebih lima jam tanpa henti.

Curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat secara drastis hingga memicu banjir bandang yang membawa material batu, tanah, dan kayu ke permukiman warga. 

Wilayah yang terdampak cukup luas, mencakup beberapa kelurahan dan kampung di Pulau Siau.

Berdasarkan data sementara, di wilayah Siau Timur tercatat 17 orang mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Selain itu, enam orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi. 

Hingga saat ini, satu orang bayi berusia dua bulan dilaporkan belum ditemukan dan masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan material yang cukup signifikan. Markas Komando Polres Kepulauan Sitaro dilaporkan tertimbun material batu, tanah, dan kayu hingga menutupi sekitar setengah bangunan. 

Di Kelurahan Bahu, material banjir menghantam sejumlah rumah warga, dengan lima unit rumah dilaporkan hanyut atau hilang. Sementara di Kelurahan Paseng, material banjir menutup sebagian ruas jalan serta merusak beberapa rumah warga.

Adapun wilayah yang terdampak langsung dalam peristiwa ini meliputi Kelurahan Paniki, Kelurahan Paseng, Kampung Bumbihba, Kampung Peling, Kampung Laghaeng, Kampung Batusenggo, Kelurahan Ulu, serta beberapa wilayah sekitar lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian, TNI, BPBD, serta relawan masih melakukan evakuasi, pendataan korban, dan pembersihan material banjir. 

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. (fn)