Menkes Imbau Perempuan Waspada Pilih Pasangan Perokok, Risiko Kanker Naik 40% - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Menkes Imbau Perempuan Waspada Pilih Pasangan Perokok, Risiko Kanker Naik 40%

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Foto: ist)

Budi Gunadi Sadikin menyebut perempuan perokok pasif berisiko lebih tinggi terkena kanker payudara dan serviks, pemerintah sediakan layanan skrining gratis di puskesmas.

Sulut24.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan perempuan Indonesia agar lebih berhati-hati dalam memilih pasangan, khususnya pria perokok, karena paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko kanker payudara dan kanker serviks hingga 40%, kata Budi dalam program #BudiGemarSharing yang diunggah di Instagram, Selasa (13/1).

Budi mengatakan kebiasaan merokok pasangan bukan hanya urusan pribadi, tetapi berdampak langsung pada kesehatan perempuan sebagai perokok pasif.

“Untuk para perempuan, jauhi cowok perokok. Jangan pernah mau sama cowok perokok. Ini red flag besar,” ujar Budi Gunadi Sadikin, dikutip dari Reels Instagram @bgsadikin.

Menurut dia, asap rokok tidak hanya terhirup langsung, tetapi juga menempel di udara, pakaian, rambut, hingga kulit, sehingga masuk ke tubuh tanpa disadari.

“Asap rokok itu bisa masuk ke tubuh tanpa disadari dan membuat kamu menjadi perokok pasif,” kata Budi.

Ia menegaskan perempuan yang terpapar asap rokok secara rutin memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak terpapar.

“Begitu jadi perokok pasif, risiko kanker payudara dan kanker serviks naik 40%,” ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan, Budi mengatakan pemerintah menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di seluruh puskesmas untuk deteksi dini kanker, terutama bagi perempuan dengan faktor risiko.

Melalui program tersebut, masyarakat dapat mengakses pemeriksaan payudara klinis, USG payudara, serta tes HPV DNA untuk mendeteksi kanker serviks tanpa biaya.

“Kalau kamu punya faktor risiko, kamu bisa skrining kanker lewat layanan Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Semuanya gratis,” kata Budi.

Ia mengimbau perempuan untuk lebih proaktif menjaga kesehatan dengan memanfaatkan layanan skrining yang tersedia dan melakukan pemeriksaan secara rutin. (fn)