SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Desak Sidang Darurat PBB - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

SBY Peringatkan Ancaman Perang Dunia Ketiga, Desak Sidang Darurat PBB

Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono saat Menjadi pembicara kunci pada 2nd Raffles Dialogue di National University of Singapore (NUS), Senin (4/9). (Foto: S. B. Yudhoyono/x.com)

Presiden ke-6 RI Serukan Langkah Nyata Dunia Internasional Cegah Krisis Global dan Perang Nuklir.

Sulut24.com - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memperingatkan meningkatnya risiko terjadinya Perang Dunia Ketiga dan mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menggelar Sidang Umum Darurat guna mencegah krisis global berskala besar, termasuk perang dunia baru, melalui pernyataan yang disampaikan lewat akun X pribadinya @S. B. Yudhoyono, Senin (19/1).

SBY menyatakan kekhawatirannya didasarkan pada dinamika geopolitik global dalam beberapa bulan terakhir yang dinilainya memiliki kemiripan dengan situasi menjelang Perang Dunia Pertama dan Kedua, mulai dari munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang cenderung agresif, pembentukan blok persekutuan negara, hingga pembangunan kekuatan militer besar-besaran.

“Sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, saya tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah,” tulis SBY, seraya menambahkan bahwa “day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit.”

Menurut SBY, sejarah menunjukkan bahwa tanda-tanda perang besar sering kali diabaikan karena kurangnya kesadaran dan langkah nyata dari komunitas internasional. 

Ia menilai pembiaran semacam itu berpotensi kembali terulang pada situasi global saat ini.

Ia juga menyoroti risiko penggunaan senjata nuklir apabila perang dunia terjadi. Mengacu pada sejumlah studi global, SBY menyebut korban jiwa dalam perang nuklir dapat melampaui lima miliar orang dan berujung pada kehancuran peradaban manusia. 

“Jika terjadi perang dunia, perang total dan perang nuklir, maka kehancuran dunia tak bisa dihindari,” tulisnya.

SBY menekankan bahwa doa semata tidak cukup tanpa upaya konkret dari negara-negara di dunia. 

“Tuhan tak begitu saja mengabulkan kalau manusia dan bangsa-bangsa sedunia tidak bekerja dan berupaya untuk menyelamatkan dunianya,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, SBY mengusulkan PBB mengambil inisiatif mengundang para pemimpin dunia dalam Sidang Umum Darurat untuk membahas langkah-langkah pencegahan krisis global. Ia mengakui keterbatasan kewenangan PBB saat ini, namun menilai organisasi tersebut tidak boleh bersikap pasif.

“Saya tahu, boleh dikata saat ini PBB tidak berdaya dan tidak berkuasa. Tetapi, janganlah sejarah mencatat PBB melakukan pembiaran dan juga doing nothing,” tulis SBY.

Mengutip pemikiran Edmund Burke dan Albert Einstein, SBY mengingatkan bahwa kehancuran dunia bukan hanya disebabkan oleh tindakan orang jahat, melainkan juga oleh sikap diam pihak-pihak yang seharusnya bertindak. 

“Kalau yang baik-baik diam, yang jahat akan menang,” katanya.

SBY menutup pernyataannya dengan menyerukan kesadaran kolektif global untuk bertindak, seraya menyatakan, “Sesempit apa pun, masih ada waktu dan cara untuk menyelamatkan bumi dan dunia kita.. if there is a will, there is a way.” tandas SBY. (fn)