Investasi Triliunan Rupiah, Club Med Segera Bangun Resort Berskala Internasional di Minahasa Utara
Suasana pertemuan antara pemerintah Minahasa Utara bersama PT. Cakra Guna Darma Eka dan PT. Cakra Kema Development (Foto: ist)
Proyek Resort Club Med di Kema Ditargetkan Mulai Dibangun 2026, Gunakan Lahan 50 Hektar.
Sulut24.com, MINAHASA UTARA - Jaringan resort internasional Club Med resmi memilih Kabupaten Minahasa Utara sebagai lokasi investasi barunya di Asia Tenggara dan siap menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk membangun kawasan resort pariwisata berskala internasional.
Kepastian ini dibuktikan dengan adanya pertemuan Bupati Joune Ganda dengan petinggi manajemen perusahaan bergerak di Bidang Pariwisata dalam hal ini PT. Cakra Guna Darma Eka dan PT. Cakra Kema Development, selaku pengembang Club Med di Minut nantinya.
Audensi para pebisnis property ini antara lain melaporkan proses investasi sektor pariwisata dan properti yang berada di Kecamatan Kema Khususnya Desa Waleo dan Desa Makalisung. Pihak perusahaan Rencana akan membangun tahap pertama Club Med di tahun 2026 dengan luasan kurang lebih 50 hektar.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari komunikasi intensif yang telah dibangun sejak 2023. Dua tahun lalu, Chairman/CEO Club Med Henri Giscard d’Estaing bahkan sempat bertemu langsung dengan Joune Ganda di ruang VVIP Bandara Sam Ratulangi. Pertemuan tersebut kemudian berujung pada penandatanganan Nota Kesepahaman antara Paradise Indonesia dan manajemen Club Med di Jakarta.
Bupati Joune Ganda menyebut antusiasme investor internasional tersebut sebagai bukti bahwa Minahasa Utara memiliki daya tarik global. Selain potensi alam yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), faktor kemudahan perizinan dan profesionalisme pelayanan pemerintah daerah menjadi nilai tambah tersendiri.
“Jika tidak ada kendala, tahun ini sudah akan dimulai proses pembangunan Club Med di Minahasa Utara. Kami siap memberikan pelayanan administrasi terbaik, menjamin keamanan serta kelancaran tahapan pembangunan,” tegas Joune Ganda.
Menurutnya, investasi bernilai triliunan rupiah di Desa Waleo dan Desa Makalisung tersebut diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Selain membuka lapangan kerja baru, proyek ini diyakini mendorong pertumbuhan UMKM, sektor jasa, hingga peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia juga memastikan bahwa lokasi pembangunan telah sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang memang diperuntukkan bagi pengembangan kawasan pariwisata.
“Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu mega proyek pariwisata terbesar di kawasan timur Indonesia, bahkan di Sulawesi Utara. Kami berharap masyarakat turut mendukung investasi ini demi kemajuan daerah,” tandas Joune Ganda.
Dalam pertemuan bersama investor nasional dan internasional tersebut, Bupati turut didampingi perwakilan manajemen Club Med di Sulawesi Utara serta Kepala Dinas PUPR Minahasa Utara Alfons Tintingon bersama jajaran. (Joyke)

