Tokoh Masyarakat dan Laskar Porodisa Indonesia Imbau Warga Jaga Kebersihan Kota Melonguane - <!--Can't find substitution for tag [blog.Sulut24]-->

Widget HTML Atas

Tokoh Masyarakat dan Laskar Porodisa Indonesia Imbau Warga Jaga Kebersihan Kota Melonguane

Foto bersama usai penyampaian imbauan (Foto: ist)

Imbauan keliling kota dilakukan untuk tekan kebiasaan buang sampah sembarangan dan menjaga wilayah adat Singkaramonane.

Sulut24.com, TALAUD - Tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Talaud bersama Organisasi Kemasyarakatan Laskar Porodisa Indonesia (LPI) menggelar aksi imbauan keliling Kota Melonguane, mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, sebagai upaya menjaga kenyamanan ibu kota kabupaten dan wilayah adat Singkaramonane.

Aksi tersebut dipimpin tokoh masyarakat Talaud Godfried Timpua dan Panglima Tinggi Laskar Porodisa Indonesia Kabupaten Kepulauan Talaud, Diston Lindo, didampingi sejumlah pengurus LPI diantaranya 
Hendrik Timpua, Aldianto Golung dan R. Tabaru. 

Mereka menyampaikan imbauan menggunakan pengeras suara dari atas mobil pick up yang berkeliling ke sejumlah titik strategis kota.

Rute sosialisasi meliputi jalan utama Kota Melonguane, kawasan pertokoan, pelabuhan, area pasar, kompleks perkantoran pemerintah daerah, serta beberapa objek vital lainnya yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga kebersihan kota ini,” kata Godfried Timpua dalam imbauannya kepada warga.

Ia menegaskan, kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan semata tugas pemerintah daerah atau petugas kebersihan.

Sementara itu, Panglima Tinggi LPI Talaud Diston Lindo menyatakan bahwa pihaknya juga mengingatkan adanya sanksi adat bagi pelanggar yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

“Wilayah ini memiliki nilai dan kearifan lokal yang harus dihormati. Jika ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi adat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Diston.

Menurut Diston, pendekatan adat dinilai efektif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama di wilayah yang masih kuat dengan nilai budaya lokal.

Kegiatan tersebut, kata dia, merupakan bentuk kepedulian masyarakat sipil dalam mendukung upaya pemerintah menjaga kebersihan dan keindahan Kota Melonguane sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi Kabupaten Kepulauan Talaud. (ep)